CDC AS mungkin segera persingkat masa karantina COVID-19

id CDC AS,masa karantina COVID,persingkat

CDC AS mungkin segera persingkat masa karantina COVID-19

Stephanie Anderson dan rekannya, Gypsy, dari Los Angeles, menunggu untuk berangkat dari Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta menjelang liburan Thanksgiving saat pandemi penyakit virus korona (COVID-19), di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Senin (23/11/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Chris Aluka Berry/foc/cfo.

Washington (ANTARA) - Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat  kemungkinan segera mempersingkat masa karantina mandiri setelah berpotensi terpapar virus corona, kata pejabat senior, Selasa.

Otoritas kesehatan saat ini menyarankan karantina 14 hari guna mengekang penyebaran virus. Namun, salah satu pejabat pada Selasa mengatakan bahwa terdapat bukti masa tersebut dapat dipersingkat apabila pasien dilakukan tes selama karantina.

"Izinkan kami mengonfirmasi bahwa kami masih meninjau bukti tersebut dan mulai memiliki bukti bahwa karantina yang lebih singkat yang didukung dengan tes kemungkinan dapat mempersingkat masa karantina 14 hari menjadi lebih cepat," menurut pejabat kesehatan terkemuka AS pada Selasa.

Baca juga: Angka infeksi COVID AS jauh lebih tinggi daripada data resmi
Baca juga: Warga Amerika diimbau tak bepergian selama Thanksgiving


Ia menambahkan bahwa keputusan untuk mengubah pedoman tersebut belum final dan para ahli masih meninjau data guna memastikan bahwa perubahan semacam itu tidak akan membahayakan orang.

Pemerintah AS dikecam oleh para pakar dan pejabat kesehatan masyarakat karena lamban meningkatkan kapasitas tes COVID-19.

Pemerintah juga menyalurkan hampir 40 juta dari 150 juta tes cepat yang pembeliannya disetujui dari Abbott Laboratories awal tahun ini, katanya.

Infeksi COVID-19 di AS rata-rata hampir 172.000 per hari dan melebihi angka 100.000 sejak awal November, menurut hitungan Reuters.

Pada Selasa korban meninggal karena COVID-19 di AS hampir mendekati 259.000 dengan 12,5 juta lebih kasus.

Sumber: Reuters

Baca juga: Abaikan peringatan COVID-19, warga AS tetap berlibur Thanksgiving
Baca juga: Kasus COVID-19 di AS capai 12 juta saat liburan "Thanksgiving"

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar