Check Point investasi "cloud geofenced" sasar perusahaan Asia Tenggara

id cloud,data cloud,pusat data,Check Point

Check Point investasi "cloud geofenced" sasar perusahaan Asia Tenggara

Sharat Sinha selaku Vice President and General Manager, Asia Pacific & Japan, Check Point Software Technologies. (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Check Point Software Technologies Ltd, penyedia global solusi keamanan dunia maya, mengumumkan bahwa kantor pusat Asia Pasifik yang berlokasi di Singapura telah berinvestasi di sektor kapabilitas cloud geofenced lokal.

Check Point berinvestasi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk memenuhi kebutuhan cloud yang meningkat selama pandemi COVID-19. Mereka juga memastikan beban kerja cloud perusahaan tetap aman, sambil tetap memenuhi persyaratan residensi dan kepatuhan data lainnya, seperti MAS TRM, HIPPA, GDPR, NIST dan PCI-DSS.

“Asia Tenggara tetap menjadi kunci bagi Check Point di Asia Pasifik, dan investasi pada kapabilitas cloud kami di Singapura merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan kepada pelanggan di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia," kata Vice President and General Manager, Asia Pacific & Japan, Check Point Software Technologies, Sharat Sinha, dalam siaran pers, Rabu.

Baca juga: Platform cloud gaming Luna mulai dibuka

Sharat Sinha mengatakan, pandemi COVID-19 memaksa lebih banyak perusahaan di kawasan Asia Tenggara beralih ke cloud untuk mendukung kerja jarak jauh dan kolaborasi online.

“Pada saat yang sama, kami memahami bahwa mereka masih memiliki persyaratan residensi dan kepatuhan data, terutama di industri seperti Jasa Keuangan dan Pemerintah. Karena semakin banyak pelanggan kami yang pindah ke cloud, Check Point akan hadir untuk mengamankan beban kerja dan memenuhi kebutuhan keamanan cloud mereka dengan rangkaian lengkap solusi industri terkemuka kami," kata dia.

Perusahaan itu memiliki solusi manajemen keamanan cloud "CloudGuard" yang menampilkan GSL Builder unik, dilengkapi CloudGuard Intelligence and Threat Hunting, teknologi intelijen keamanan native cloud, yang memberikan deteksi intrusi cloud, visualisasi lalu lintas jaringan, dan analitik aktivitas pengguna.

Melalui fitur itu, pelanggan dapat mengidentifikasi lalu lintas dari sumber yang tidak diinginkan, atau celah dalam pengaturan keamanan, dan memperbaikinya.

CloudGuard menggabungkan inventaris cloud dan informasi konfigurasi dengan data pemantauan real time dari berbagai sumber, termasuk dari VPC Flow Logs, CloudTrail, AWS Inspector, serta reputasi IP, dan database geolokasi.

Baca juga: Rubrik perbarui platform cloud Andes 5.3, backup data lebih cepat

Baca juga: Huawei Indonesia perkenalkan arsitektur "Intelligent Twins"

Baca juga: Fortnite akan kembali ke perangkat Apple lewat "cloud gaming" Nvidia

Pewarta : Alviansyah Pasaribu
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar