Kasus COVID-19 di Sulteng bertambah 55 jadi 1.687 orang

id Sulteng,covid

Kasus COVID-19 di Sulteng bertambah 55 jadi 1.687 orang

Petugas Pemadam Kebakaran Kota Palu menyemprotkan disinfektan di kawasan perumahan, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (25/11/2020). ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/aww.

Palu (ANTARA) - Juru Bicara Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Moh. Haris Kariming menyatakan terjadi penambahan 55 orang positif COVID-19 Rabu ini, sehingga total menjadi 1.687.

"Hari ini 55 orang terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan sampel usap (swab) sehingga secara kumulatif 1.687 orang telah terinfeksi COVID-19 hingga hari ini," katanya di Palu, Rabu malam.

Ia menerangkan 55 orang itu berada di sejumlah kabupaten dan kota di Sulteng antara lain 18 orang di Kota Palu, 19 orang di Kabupaten Banggai, delapan orang di Morowali, empat orang di Banggai Kepulauan, dua orang di Poso, satu orang di Sigi, satu orang di Morowali Utara dan dua orang di Tojo Una-Una.

Selain itu, terdapat 12 pasien COVID-19 masing-masing 10 orang di Kota Palu, satu orang di Morowali dan satu orang di Banggai dinyatakan sembuh hari ini sehingga secara kumulatif total pasien COVID-19 Sulteng yang sembuh berjumlah 981 orang.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Sulawesi Tengah cetak rekor tertinggi

Baca juga: Pasien COVID-19 Sulteng bertambah menjadi 1.551 orang dan 958 sembuh

"Sementara itu dua pasien COVID-19 di Palu dan dua pasien di Banggai dinyatakan meninggal dunia. Secara kumulatif total pasien COVID-19 yang meninggal dunia hingga kini berjumlah 62 orang,"ujarnya.

Saat ini, Haris mengatakan 640 pasien masih menjalani isolasi secara mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah setempat.

"Kemudian 270 sampel usap COVID-19 dalam pemeriksaan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng di Palu,: ujarnya.

Ia berharap hasil pemeriksaan 270 sampel usap tersebut negatif agar tidak terjadi ledakan kasus COVID-19 di Sulteng.

Haris mengimbau masyarakat agar mendukung tim pengawas Dinas Kesehatan kabupaten dan kota di Sulteng yang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19.

"Langkah tersebut sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan di Sulteng," katanya.*

Baca juga: Ketua DPD RI: Protes 25 dokter Sulteng harus jadi perhatian serius

Baca juga: Konsistensi KPU wujudkan pilkada yang sehat tanpa kluster baru COVID


Pewarta : Muhammad Arshandi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar