Polda Jabar ringkus penjual senpi ilegal konversi dari airsoft gun

id Polda Jabar, senpi, ilegal, konversi, airsoft gun, ringkus, Tasikmalaya

Polda Jabar ringkus penjual senpi ilegal konversi dari airsoft gun

Polisi menunjukkan senjata api yang dikonversi dari airsoft gun. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Bandung (ANTARA) -
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskimsus) Polda Jawa Barat meringkus pria berinisial DA (25) asal Kabupaten Tasikmalaya yang menjual senjata api (senpi) ilegal konversi dari airsoft gun.
 
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan DA awalnya memesan airsoft gun yang bisa dikonversi menjadi senjata api. Lalu tersangka itu menjual barang tersebut melalui aplikasi jual beli daring.
 
"Tersangka sudah melakukan ini selama dua tahun, dari pengawasan Tim Siber Ditreskimsus itu ditemukan tersangka tersebut melakukan kegiatannya, sehingga ditelusuri," kata Erdi di Bandung, Kamis.

Baca juga: Polda Papua Barat gagalkan perdagangan senpi ilegal dari Filipina
 
Selain menjual, katanya, DA juga menerima jasa servis senjata api itu dan juga menerima jasa konversi airsoft gun menjadi senjata api. Erdi memastikan bahwa  kegiatan itu tidak memiliki izin dan dinyatakan ilegal.
 
Menurut Erdi, tersangka menjual senjata api tersebut dengan kisaran harga Rp5 juta hingga Rp8 juta. Airsoft gun yang telah dikonversi menjadi senjata api itu, bisa meletuskan peluru dengan kaliber 22 dan 38 milimeter.
 
"Dia mengganti sebagian partisi seperti pelatuk, hammer, pin, dan silinder, sehingga dapat menembakkan peluru," katanya.

Baca juga: Polda Sulut ungkap penjualan senjata api Ilegal
 
Erdi mengungkapkan tersangka belajar mengonversi senjata secara otodidak. Selain itu, polisi juga tengah melakukan pengembangan guna mencari pembeli, serta sumber berbagai barang ilegal yang dimiliki tersangka.
 
"Ini sangat beresiko apabila sudah ada di tangan orang tidak bertanggung jawab, ini menyangkut nyawa orang," katanya.
 
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 9 UURI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UURI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik, dan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara hingga maksimal hukuman penjara seumur hidup.

Pewarta : Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar