Tanggulangi klaster Tebet dengan kolaborasi

id Polda Metro Jaya, Kapolda Metro Jaya,Irjen Pol Fadil Imran, Jakarta Selatan, klaster tebet, kerumunan rizieq shihab

Tanggulangi klaster Tebet dengan kolaborasi

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran (tengah) didampingi Kasdam Jaya Brigjen TNI Muhammad Soleh Mustafa dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Jakarta Selatan dalam kegiatan bakti sosial rapid test di Gelanggang Remaja, Kelurahan Tebet Timur, Kota Jakarta Selatan, Senin (23/11/2020). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Jakarta (ANTARA) - Siang itu pukul 14.30 WIB, Senin (23/11), sejumlah warga mendatangi Gelanggang Remaja di Jalan Tebet Timur Dalam III, Jakarta Selatan.

Dipandu aparat, warga tampak tertib menjalankan protokol kesehatan sebelum masuk ke dalam gedung.

Warga mendatangi gedung tersebut setelah dilaporkan temuan kasus positif COVID-19 dari tiga lokasi berbeda yang terdapat kerumunan massa dalam jumlah besar.

Lokasi kerumunan tersebut terjadi di Jalan Abdullah Syafie, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, massa berkerumun menghadiri acara pada Jumat (13/11).

Kerumunan massa kembali terjadi di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, Ribuan warga menghadiri kegiatan pada Sabtu (14/11).

Empat hari sebelumnya, kerumunan massa juga
terjadi Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11), untuk menjemput kepulangan Rizieq Shihab.

Tidak hanya di Jakarta dan Tangerang, kerumunan massa juga terjadi di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, di hari yang sama setelah kerumunan di Tebet, Jumat (13/11).

Alasan inilah membuat warga di sejumlah lokasi kerumunan tersebut diminta untuk memeriksakan diri terkait apakah terpapar COVID-19 atau tidak.

Karena berdasarkan keterangan dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan pada Minggu (22/11), hasil pemeriksaan melalui tes Polymerase Chain Reaction (PCR) setelah kerumunan, terdapat 50 kasus positif COVID-19 di Tebet dan 30 kasus di Petamburan.

Selain itu, data pemeriksaan tes PCR yang dilakukan di laboratorium kesehatan daerah hingga 21 November 2020 juga masih menunggu hasil 15 kasus yang berasal dari kerumunan di Megamendung, Jawa Barat.

Baca juga: Polda Metro tes usap antigen pada warga reaktif COVID-19 di Petamburan
Warga mengikuti tes cepat yang digelar Polda Metro Jaya setelah klaster COVID-19 terjadi di acara pernikahan anak Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Minggu (22/11/2020). (ANTARA/Devi Nindy)
Kekhawatiran
Kurang dari sepekan, genap 10 bulan sudah virus SAR-CoV-2 mewabah di Indonesia, sejak pertama diumumkan kasus positif COVID-19 pertama pada 2 Maret 2020 yang berasal dari dua warga Depok yang berdansa di sebuah klub dansa di wilayah Jakarta Selatan.

Menurut data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 pada Rabu (25/11) pukul 16.05 WIB, jumlah penduduk Indonesia yang terinfeksi sebanyak 511.836 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 429.807 orang dinyatakan sembuh atau 84,0 persen dari yang terkonfirmasi.

COVID-19 telah menyebar di 34 provinsi, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan angka kasus positif tinggi dibanding provinsi lainnya, yakni 130.461 kasus, disusul Jawa Timur sebanyak 58.679 dan Jawa Barat sebanyak 44.064.

Berdasarkan data dari Pemprov DKI Jakarta di laman corona.jakarta.go.id, terjadi pertambahan kasus sebanyak 1.273 kasus per Rabu kemarin.

Pakar epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono mengatakan setiap kerumunan rentan terjadi penularan COVID-19. "Memang adanya kerumunan potensial meningkatkan klaster," kata Pandu.

Polda Metro Jaya mengendus adanya klaster baru usai kerumunan yang terjadi di Tebet dan Petamburan terkait penambahan jumlah kasus harian di DKI. Polda khirnya mengambil sikap tegas melakukan upaya penanggulangan COVID-19 lewat bakti sosial.

Baca juga: Puluhan warga Kelurahan Petamburan ikuti tes cepat COVID-19
Personel Kepolisian dengan mengenakan hazmat menyemprotkan cairan disinfektan di kawasan Petamburan III, Jakarta Pusat, Minggu (22/11/2020). Penyemprotan tersebut dilakukan menyusul adanya temuan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di kawasan Petamburan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Imbuan Satgas
Polda Metro Jaya tidak hanya disibukkan dengan penyelidikan kasus pelanggaran protokol kesehatan di Tebet dan Petamburan dengan meminta keterangan pejabat daerah, seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria.

Di tengah penyelidikan itu pula, kekhawatiran klaster baru diperkuat dengan terpaparnya sejumlah pejabat dan aparat di Petamburan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyebutkan, Kapolsek, Kompol Singgih, dan Wakapolsek Tanah Abang, Kompol Sri Wahyudi terkonfirmasi positif COVI-19. Begitu juga dengan Lurah Petamburan, Setiyanto.

Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 telah mengimbau masyarakat di sekitar Tebet, Petamburan dan Megamendung, untuk melaksanakan tes usap karena berpotensi kemunculan sejumlah kasus COVID-19 di kawasan tersebut.

Warga di tiga kawasan tersebut diminta mendaftarkan diri maupun menginformasikan kepada pengurus rukun tetangga atau rukun warga agar segera menjalani tes PCR.

Satgas COVID-19 telah menyebarkan tes usap antigen sebanyak 2.500 unit ke Puskesmas yang berada di kawasan berpotensi terjadi peningkatan kasus COVID-19 seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat.

"Hal ini sangat penting agar sesegera mungkin diketahui apakah mereka yang ikut kerumunan tersebut terpapar atau tidak," kata Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo.

Baca juga: Polrestro Jaksel turunkan dua "water canon" semprot wilayah Tebet
Petugas Kepolisian mendata warga yang akan mengikuti tes cepat (rapid test) COVID-19 di Gelanggang Olahraga Tebet, Jakarta, Senin (23/11/2020). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Kolaborasi
Sesuai tugas Kepolisian dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat, Polda Metro Jaya turun gunung melakukan langkah penanggulangan COVID-19. Polda melakukan 3T, yakni pelacakan (tracing), pemeriksaan (testing) dan pengobatan (treatment) dibarengi bakti sosial di Petamburan dan Tebet.

Namun disayangkan, tidak banyak warga yang bersedia datang memeriksakan dirinya secara gratis di layanan tersebut. Polda Metro Jaya melaksanakan pemeriksaan tersebut selama tiga hari berturut-turut, hingga Selasa (24/11).

Hal serupa juga dilaksanakan di wilayah Tebet, Jakarta Selatan, warga dites lalu apabila hasilnya reaktif ditindaklanjuti dengan uji usap.

Berbeda dengan di Petamburan, animo masyarakat Tebet untuk memeriksakan diri cukup tinggi, tercatat pada hari pertama Senin (23/11) ada 150 warga yang datang dites. Tes ini dilaksanakan selama tiga hari juga, Selasa (24/11) diikuti 150 orang, hasil tes non reaktif. Rabu (25/11) diikuti 50 orang, dua di antaranya reaktif.

Tes cepat dilakukan kepada warga di RW 01, RW 02 dan RW 03, yang menjadi lokasi tempat kerumunan Tebet berlangsung. Koordinator Keamanan RW 03, Rio Sitorus menyebutkan, warga Tebet memiliki kesadaran tinggi untuk mencegah wilayahnya terpapar COVID-19, sehingga bersedia menjalani pemeriksaan.

"Terbukti dari hasil pemeriksaan pertama, 150 orang non reaktif semuanya," kata Rio.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengapresiasi kesadaran dan partisipasi masyarakat Tebet yang mau memeriksakan dirinya.

Menurut dia, hal ini tidak terlepas dari kolaborasi yang apik antara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di wilayah DKI Jakarta dan Tebet.

"Kami berusaha berkolaborasi antara Kodam Jaya, Polda Metro Jaya, Pemprov DKI melalui Wali Kota Jakarta Selatan, ini akan terus kita gelorakan," kata Fadil.

Baca juga: Doni minta warga di kerumunan Petamburan-Megamendung tes COVID-19
Tenaga medis melakukan tes cepat (rapid test) COVID-19 terhadap warga di Gelanggang Olahraga Tebet, Jakarta, Senin (23/11/2020). .ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.
Berjuang Bersama
Kegiatan 3T yang dilakukan Polda Metro Jaya sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 setelah masyarakat mulai abai menerapkan protokol kesehatan.

Langkah kuratif yang dilakukan Polda Metro Jaya tidak hanya lewat 3T, tapi juga ikut membantu meringankan beban masyarakat lewat pembagian sembako dan vitamin, dengan harapan dapat meningkatkan imunitas warga terdampak pandemi.

Fadil menyebutkan, Jakarta belum aman dari COVID-19. Satu-satunya cara agar terbebas adalah bersama-sama menjaga dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Kolaborasi yang tercipta di wilayah Tebet, dapat menjadi sebuah miniatur kolaborasi antara elemen-elemen di DKI Jakarta antara Forkopimda, segenap masyarakat, tokoh agama, wartawan, mahasiswa dan para cerdik pandai yang ada di ibu kota.

Jakarta sehat, Indonesia kuat.

Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar