Dolar bersiap untuk kerugian mingguan karena sentimen risiko meningkat

id indeks dolar,sentimen risiko,bitcoin

Dolar bersiap untuk kerugian mingguan karena sentimen risiko meningkat

Mata uang dolar Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/Sertac Kayar/am.

Tokyo (ANTARA) - Dolar bertahan stabil dalam perdagangan tipis di Asia pada Jumat pagi, tetapi berada di jalur penurunan mingguan terhadap sekeranjang mata uang utama lain saat tetap di bawah tekanan di tengah meningkatnya selera risiko investor.

Pasar AS ditutup untuk liburan Thanksgiving pada Kamis (26/11/2020).

“Hari ini akan menjadi hari yang tenang, dengan hampir tidak ada katalis untuk menggerakkan pasar. Namun, dolar secara luas tertekan pada penjualan akhir bulan,” kata Shinichiro Kadota, ahli strategi senior di Barclays.

Baca juga: Dolar dekati level terendah tiga bulan jelang liburan Thanksgiving

Indeks dolar AS stabil di 92,03 terhadap sekeranjang mata uang utama, berada di kisaran sempit di sekitar level terendah tiga bulan di 91,84 yang dicapai semalam.

Dolar berada di bawah tekanan minggu ini, karena mata uang berisiko diuntungkan dari peningkatan optimisme atas serangkaian laporan berita vaksin COVID-19 dan harapan untuk periode yang lebih stabil dalam politik AS.

Sementara greenback akan tetap di bawah tekanan dalam waktu dekat karena sentimen "risk-on" berkepanjangan yang dipimpin oleh harapan vaksin, Kadota dari Barclay mengatakan pasar memperkirakan mata uang tersebut menguat dalam jangka menengah.

“Ketika melihat bagaimana ekonomi telah pulih pada kuartal Juli, Amerika Serikat tumbuh dan mengalami rebound yang kuat. Dalam skenario di mana vaksin tersedia secara bertahap tahun depan dan ekonomi kembali normal, AS mungkin akan menjadi salah satu yang paling tangguh di antara negara-negara maju. Dan saya pikir itu akan menciptakan lingkungan yang menguntungkan dolar," katanya.

Baca juga: WHO sebut vaksin dapat kendalikan COVID pada 2021

Pesan dovish dari kepala ekonom Bank Sentral Eropa dan risalah dari pertemuan bulan lalu memberikan konfirmasi lebih lanjut dari stimulus yang diharapkan secara luas pada pertemuan Desember.

Risalah bank sentral dari pertemuan Oktober menunjukkan para pembuat kebijakan setuju bahwa mereka tidak bisa berpuas diri selama gelombang kedua virus corona, malah memilih untuk meletakkan dasar untuk lebih banyak stimulus.

Kepala ekonom ECB Philip Lane juga telah memperingatkan bahwa menoleransi "fase inflasi yang lebih lama bahkan lebih rendah" akan merugikan konsumsi dan investasi serta memperkuat ekspektasi untuk pertumbuhan harga yang rendah di masa depan.

Baca juga: Rupiah ditutup menguat seiring positifnya mata uang regional

Euro sedikit berubah terhadap greenback di 1,1905 dolar, jauh dari level tertinggi lebih dari dua bulan di 1,1941 dolar pada Kamis (26/11/2020).

Sterling diambil di 1,3349 dolar, diperdagangkan mendekati tertinggi tiga bulan 1,3399 dolar yang disentuh pada Kamis (26/11/2020), karena pelaku pasar mencari kemajuan dalam pembicaraan Brexit.

Kepala negosiator Uni Eropa Michel Barnier akan berbicara pada Jumat dengan beberapa menteri blok yang bertanggung jawab atas perikanan untuk membahas situasi terkini dalam diskusi perdagangan dengan Inggris, kata pejabat Uni Eropa.

Dolar Australia menguat pada 0,73605 dolar AS, setelah naik ke dekat tertinggi tiga bulan di 0,7374 dolar AS pada Kamis (26/11/2020).

Sementara itu, Kiwi berpindah tangan di 0,7006 dolar AS.

Bitcoin, mata uang kripto paling populer, terakhir diambil 17.271,86 dolar AS dalam perdagangan yang tidak stabil. Semalam, mata uang kripto jatuh sebanyak 13 persen ke level terendah sejak 16 November, setelah reli mendekati level tertinggi sepanjang masa di 19.666 dolar AS.

Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar