Lewat resi gudang, KKP bantu modal pembudi daya rumput laut di Sulsel

id KKP,Sistem Resi Gudang,Rumput laut

Lewat resi gudang, KKP bantu modal pembudi daya rumput laut di Sulsel

Penandatanganan perjanjian kerja sama pengembangan sistem resi gudang (SRG) sektor kelautan dan perikanan. ANTARA/HO-KKP

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) meluncurkan program pembiayaan sistem resi gudang (SRG) guna membantu permodalan pembudi daya rumput laut di Sulawesi Selatan.

Direktur LPMUKP Syarif Syahrial dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat menyampaikan SRG di Makassar merupakan awal pelaksanaan program pemberdayaan nelayan, juga pembudi daya rumput laut.

Baca juga: Sistem Resi Gudang perikanan siap dilakukan di 15 "cold storage"

Program itu, lanjut dia, dirancang bersama Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag), Direktorat Jenderal (Ditjen) Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, dan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI).

"SRG sangat penting untuk memberikan kepastian harga, karena pembudi daya rumput laut, termasuk nelayan, dihadapkan dengan turunnya harga ketika produksi melimpah. Diharapkan dengan sistem ini, nelayan tidak perlu khawatir lagi terhadap ancaman penurunan harga saat panen," kata Syarif.

Dengan SRG, lanjut dia, pinjaman bisa mencapai 70 persen dari nilai barang yang tercantum. Hal ini tentu merupakan angin segar untuk koperasi maupun pelaku UMKM sektor kelautan dan perikanan.

"LPMUKP pun akan terus berupaya untuk memberikan strategi dan alternatif bagi pelaku usaha UMKM kelautan dan perikanan agar semakin mudah dalam mengakses peminjaman modal. Apalagi, bagi nasabah yang terkena dampak COVID-19," katanya.

Sementara itu, Kospermindo, yang diketuai oleh Arman Arfah, telah memperoleh izin Bappebti untuk mengoperasikan SRG produk rumput laut.

LPMUKP membiayai mitra Kospermindo, yang menjaminkan rumput lautnya. Harapannya, pembudi daya tidak perlu lagi khawatir akan potensi penurunan harga ketika stok rumput laut melimpah, karena dapat menyimpan produknya di gudang dengan mendapatkan modal untuk proses produksi berikutnya.

Syarif mengatakan kepastian ketersediaan bahan baku memberikan peluang kepada BLU LPMUKP bersama Kospermindo untuk mengembangkan korporatisasi koperasi rumput laut, terutama di Provinsi Sulawesi selatan.

Melalui SRG, disampaikannya, LPMUKP memberikan dua bantuan sekaligus untuk pembudi daya rumput laut, yaitu modal dan akses pasar.

Saat harga turun, pembudi daya bisa menyimpan hasil panen di gudang Kospermindo. LPMUKP akan memberikan pinjaman modal senilai 70 persen dari nilai stok yang dijaminkan di gudang.

Untuk pinjaman itu dikenakan bunga rendah, yaitu tiga persen per tahun. Ketika harga naik, pembudi daya bisa menjual stok mereka di pasar.

Baca juga: KBI-Perinus kerja sama kemitraan resi gudang ikan
Baca juga: KKP akan perluas sistem resi gudang untuk stabilisasi harga ikan


Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar