Penyandang disabilitas miliki kreativitas yang beragam

id Hdi 2020,hari disabilitas internasional,bakat disabilitas,kreatifitas disabilitas

Penyandang disabilitas miliki kreativitas yang beragam

Tangkapan layar - Ketua Panitia Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2020 Anne Nurfarina. ANTARA/Muhammad Zulfikar/am.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Panitia Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2020 Anne Nurfarina mengatakan setiap penyandang disabilitas memiliki keterampilan dan kreativitas yang beragam untuk dapat dimaksimalkan potensinya.

"Anugerah Tuhan itu lengkap. Jadi semua manusia itu sebenarnya punya kepekaan sensorik auditif, visual serta motorik. Yang menarik, di kalangan disabilitas ini juga beragam kreativitasnya," kata dia saat diskusi daring pada rangkaian peringatan HDI 2020 yang dipantau di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan bagi penyandang disabilitas autistik, pada umumnya kreativitas mereka cenderung ke visual. Kemudian, disabilitas "down syndrome" lebih banyak mengarah pada aspek motorik.

"Motorik mereka bagus-bagus sekali misalnya menari," kata penasihat Artherapy Center Widyatama sekaligus Ketua Dewan Penasihat CIDCO tersebut.

Tunarunggu, ujar dia, juga menarik karena bisa menari seperti orang pada umumnya. Potensi-potensi tersebut diakuinya sering luput dari perhatian banyak pihak.

Di Thailand, penyandang tunarungu dijadikan oleh pemerintah setempat sebagai daya tarik pariwisata dengan bakat menari yang mereka miliki.

Secara umum, Anne mengatakan rangkaian HDI 2020 terdapat tiga kata kunci utama yakni kreatif, digital dan Indonesia maju.

Kementerian Sosial, ujarnya, juga telah meluncurkan "creative disabilities galery" yang berfungsi sebagai wadah penampung beragam kreatifitas penyandang disabilitas di Indonesia.

Keberadaan "creative disabilities galery" tersebut juga mematahkan anggapan kebanyakan orang yang menilai kreatifitas hanya milik orang-orang yang berkecimpung di dunia seni saja.

"Harusnya kita pahami bahwa kreativitas itu naturalnya manusia, tidak terkecuali penyandang disabilitas," katanya.

Ia mengatakan ada atau tidaknya pandemi COVID-19, kehidupan saat ini dituntut dengan kemajuan teknologi dan informasi termasuk penerapan industri 4.0. Oleh karena itu, penyandang disabilitas diharapkan juga harus bisa menyesuaikan diri.

"Menariknya, penyandang disabilitas ini bisa. Hal itu dapat kita lihat dari antuasias mereka mengirimkan video ke creative disabilities galery,"  demikian Anne Nurfarina.

Baca juga: Kemensos luncurkan laman Galeri Disabilitas Kreatif sambut HDI 2020

Baca juga: Perlindungan khusus jadi masalah utama anak disabilitas di Indonesia

Baca juga: Hari Disabilitas Internasional, Yura Yunita buat Ruang Kolaborasi

Baca juga: Indonesia komitmen wujudkan inklusi disabilitas

Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar