Wapres harap vaksin tak hanya jangkau negara kuat

id Wapres,Ma'ruf Amin,vaksin COVID-19,rivalitas vaksin,aa

Wapres harap vaksin tak hanya jangkau negara kuat

Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin. ANTARA/HO-RN,KIP–Setwapres/pri.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma’ruf Amin berharap supaya vaksin COVID-19 nantinya tidak diprioritaskan untuk negara-negara kuat dan tidak merata, sehingga terjadi rivalitas antarnegara dalam pendistribusian-nya.

"Jangan sampai terjadi rivalitas, sehingga hanya negara-negara kuat yang mendapatkan vaksin," kata Wapres Ma’ruf Amin dalam World Zakat Forum 2020 International Conference secara virtual dari Jakarta, Senin.

Ma’ruf mengatakan hingga saat ini ada sejumlah penelitian vaksin COVID-19 yang sedang dalam tahap uji klinis dengan hasil memuaskan. Sehingga, yang menjadi tantangan berikutnya ialah sistem pendistribusian vaksin COVID-19 tersebut kepada masyarakat di berbagai dunia.

"Ditemukan-nya vaksin dan distribusi-nya kepada masyarakat merupakan kunci atau game changer dari pemulihan ekonomi, terlepas dari kategori dampak tadi. Sampai saat ini, beberapa produk vaksin sudah mengakhiri fase trial dengan hasil memuaskan," tutur Wapres Ma'ruf.

Baca juga: Wapres minta ulama-ormas Islam sosialisasi pentingnya vaksin COVID-19

Baca juga: Wapres ingatkan tiga hal pentingnya keterbukaan informasi publik


Oleh karena itu, Wapres berharap forum zakat tingkat dunia juga turut berkontribusi dalam mencari skema pendistribusian vaksin COVID-19 secara merata.

"Dunia sekarang menghadapi tantangan selanjutnya, yaitu memastikan distribusi vaksin terjadi secara merata. Saya mengharapkan agar forum ini juga dapat membantu mencari solusi untuk mendorong distribusi vaksin yang setara," ujarnya.

Dalam forum Sidang Majelis Umum PBB Tahun 2020, Presiden Joko Widodo yang berpidato di forum global tersebut untuk pertama kalinya juga menyerukan hal serupa.

Presiden Jokowi mengatakan seluruh negara di dunia harus bekerja sama memastikan kesetaraan akses terhadap vaksin COVID yang aman dengan harga terjangkau.


Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar