1.000 UMKM ikuti peluang ekspor ke empat negara tetangga

id peluang ekspor,umkm,umkm ekspor,ekspor ke singapura,ekspor malaysia,ekspor ke thailand

1.000 UMKM ikuti peluang ekspor ke empat negara tetangga

Al Ahmadi Award ke-7.

Batam (ANTARA) - Sebanyak 1.000 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia mengikuti webinar peluang bisnis dan ekspor ke empat negara tetangga, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Direktur Al Ahmadi Entrepreneuship Centre, Lisya Anggraini di Batam, Senin, mengatakan kesempatan berbisnis ke empat negara tetangga itu diharapkan dapat membantu pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnis mereka dan menjadi pelaku usaha global.

"Kegiatan ini gratis dan peminatnya sangat banyak. Sampai sekarang sudah 1.000 UMKM lebih. Tapi kami batasi hanya 1.000 UMKM saja," kata dia.

Baca juga: Eksportir Indonesia tawarkan komoditas laut ke Singapura

Dalam pertemuan virtual yang digelar 3-5 Desember 2020 itu, pembicara akan memberikan penjelasan dan informasi awal mengenai berbagai peluang bisnis di Singapura, Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Pihaknya melibatkan perwakilan dari masing-masing KBRI di negara tetangga sebagai pembicara, di antaranya Atase Perdagangan KBRI Singapura Rumaksono, Konsul Ekonomi KJRI Johor Bahru Malaysia Ari Wardhana, dan Fungsi Ekonomi KBRI Bandar Seri Begawan Yogo Pamungkas.

"Pelaku UMKM jadi bisa mendapat gambaran peluang bisnis di empat negara. Kami berharap UMKM mendapatkan gambaran mengenai produk-produk Indonesia yang diminati di negara-negara itu," kata dia.

Baca juga: Genjot ekspor, Mendag luncurkan pameran virtual produk RI di Singapura

Ia menyatakan setiap negara memiliki minat terhadap produk Indonesia berbeda-beda. Pasar di Singapura misalnya menggemari batik dan kerajinan tangan dari Indonesia.

"Dengan informasi itu pelaku UMKM jadi bisa menyeleksi, produksi apa yang diminati, produk apa yang mau ditawarkan ke sana," kata dia.

Baca juga: Kementan catat ekspor kentang ke Singapura-Malaysia meningkat

 

Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar