Kejati Aceh teliti berkas perkara dugaan korupsi PT KAI

id Aceh,dugaan korupsi PT KAI,sertifikat aset,polda aceh,kejati aceh,jaksa peneliti,pemerintah aceh,provinsi aceh,pemprov aceh

Kejati Aceh teliti berkas perkara dugaan korupsi PT KAI

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Ery Apriyono (dua dari kanan) didampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh Kombes Pol Margiyanta memperlihatkan uang yang disita dari tersangka kasus korupsi pengadaan sertifikat tanah PT KAI di Mapolda Aceh, di Banda Aceh, Rabu (16/9/2020). Antara Aceh/HO

Banda Aceh (ANTARA) - Kejaksaan Tinggi (Kejati) masih meneliti berkas perkara dugaan korupsi pengadaan sertifikat aset PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang ditangani Polda Aceh.

"Berkas perkara tahap pertama sudah kami terima, berkas tersebut sedang dikaji jaksa peneliti. Tujuannya untuk penyempurnaan," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh Munawal Hadi, di Banda Aceh, Selasa.

Munawal menyebutkan berkas perkara tersebut atas tersangka berinisial RI dan MAP. Sedangkan tahap satu terhadap dua tersangka lainnya, S dan IOZ, Kejati Aceh belum menerimanya.

Sedangkan untuk tersangka S dan IOZ, penyidik Polda Aceh sudah menyampaikan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan atau SPDP, kata Munawal Hadi menyebutkan.

"Setelah menelaah berkas perkara korupsi, jaksa peneliti akan memberikan sejumlah rekomendasi dan petunjuk guna penyempurnaan berkas perkara," kata Munawal Hadi.
Baca juga: Polda Aceh tetapkan dua tersangka baru kasus korupsi PT KAI

Polda Aceh menangani kasus dugaan korupsi penyertifikatan aset PT KAI sejak 2019. Dugaan korupsi meliputi pelaksanaan sertifikat tanah milik PT KAI Subdivre I Aceh dengan wilayah Aceh Timur mulai Bireum Bayem hingga Madat.

Pengadaan sertifikat aset terdiri 301 bidang tanah milik PT KAI Subdivre I Aceh meliputi wilayah Aceh Timur mulai Bireum Bayem hingga Madat dengan nilai kontrak Rp8,2 miliar.

Pelaksanaan pekerjaan mulai perencanaan hingga pembuatan sertifikat. Namun, dalam pelaksanaan pekerjaan diduga terjadi penggelembungan harga, sehingga menimbulkan kerugian negara mencapai Rp6,5 miliar.

Dalam menangani kasus ini, tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh menyita uang tunai dua kali masing-masing Rp1,8 miliar dan Rp150 juta serta dua bidang tanah dengan nilai perkiraan Rp2,5 miliar, masing-masing seluas 3.600 meter persegi dan 500 meter persegi di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Penyidik Polda Aceh menyita barang bukti lainnya berupa satu unit komputer, dokumen serta buku tabungan. Penyidik juga sudah memeriksa puluhan saksi termasuk ahli guna dimintai keterangan.
Baca juga: Polda Aceh sita tanah milik tersangka korupsi sertifikat aset PT KAI

Pewarta : M.Haris Setiady Agus
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar