Tokoh agama di Kalsel serukan masyarakat patuhi protokol kesehatan

id Patuhi protokol kesehatan,Masjid Raya Sabilal Muhtadin

Tokoh agama di Kalsel serukan masyarakat patuhi protokol kesehatan

Kegiatan ibadah shalat di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin di masa pandemi COVID-19. (ANTARA/Bayu Pratama Syahputra)

Banjarmasin (ANTARA) - Tokoh agama di Kalimantan Selatan (Kalsel) menyerukan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah mengingat pandemi COVID-19 belumlah berakhir hingga kini.

"Kasus COVID-19 di Indonesia termasuk di Kalsel belumlah sepenuhnya melandai. Kita tetap harus waspada dan senantiasa mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari penyakit ini," kata Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin Drs H Darul Quthni di Banjarmasin, Rabu.

Menurut dia, belakangan ini ada sebagian masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker. Untuk itulah, perlu didorong kembali kepatuhan atas anjuran pemerintah tersebut.

Untuk di lingkungan Masjid Raya Sabilal Muhtadin sendiri, dipastikan Quthni pihaknya menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Setiap jamaah memasuki area masjid terbesar di Kalimantan Selatan yang berada di pusat Kota Banjarmasin itu wajib menggunakan masker dan mencuci tangan.

Sedangkan untuk kegiatan ibadah shalat dan lainnya juga diatur jaraknya antar jamaah agar tidak saling berdekatan, termasuk shaf shalat berjamaah diberi jarak satu meter.

"Untuk kegiatan majelis taklim tetap kami laksanakan namun jumlah jamaah kami batasi agar tetap bisa menjaga jarak. Waktunya juga dipersingkat sehingga tidak terlalu lama berkumpul," jelas Quthni.

Pada prinsipnya, tambah dia, pihaknya mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah. Sesuai anjuran di Agama Islam, umat muslim harus taat kepada Allah SWT dan pemimpin yang bekerja untuk kemaslahatan umat.

Quthni pun mengajak umat Islam agar terus berdoa memohon kepada Allah SWT dengan harapan pandemi COVID-19 cepat berakhir dan bisa diatasi.

"Setiap shalat wajib lima waktu bisa membaca doa Qunut Nazilah memohon pertolongan Allah SWT dari mewabahnya COVID-19. Penguatan doa sesuai anjuran sunah Rasul ketika menghadapi kondisi ada bala, maka kita dianjurkan membaca Qunut Nazilah," tandasnya.

Baca juga: Tokoh Dayak pastikan kegiatan adat-keagamaan patuhi protokol kesehatan
Baca juga: Kalsel targetkan tes PCR 2 ribu spesimen per hari
Baca juga: Kalsel segera tes swab 10 ribu warga

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#pakaimasker
#jagajarak
 

Pewarta : Firman
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar