Kemlu: Indonesia harus turut disebut dalam "Kebangkitan Asia"

id kebangkitan asia,posisi indonesia,G20,pertumbuhan ekonomi indonesia,siswo pramono,kemlu RI

Kemlu: Indonesia harus turut disebut dalam "Kebangkitan Asia"

Kepala Badan Pengkajian dan pengembangan Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri Siswo Pramono. ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Indonesia mesti menjadi salah satu negara yang disebut dalam perihal "Kebangkitan Asia" (The Rise of Asia), mengingat pertumbuhan ekonomi dan perannya di kawasan, kata Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri RI, Siswo Pramono.

"Kita lihat dari G20, pada tahun 2000 hanya 23 persen produk domestik bruto (PDB) Asia yang berkontribusi di sana, lalu 2020 saat ini angkanya menjadi 45 persen," kata Siswo dalam sebuah webinar, Selasa.

"Kita bisa melihat pertumbuhan yang nyata ini, dan negara yang mengalami pertumbuhan secara konsisten serta naik dari satu level ke level di atasnya secara konsisten pula di G20 hanya satu negara, yaitu Indonesia," ujar Siswo menegaskan.

Dia lebih lanjut menambahkan bahwa dari sisi pertumbuhan cepat ekonomi negara-negara Asia berdasarkan hitungan statistik, India menduduki peringkat ke satu, kemudian Indonesia pada posisi ke dua, dan China di posisi ke tiga.

"Jelas bahwa 'Kebangkitan Asia' bukan hanya kebangkitan China, namun juga kebangkitan India, kebangkitan Indonesia, kebangkitan negara-negara lain di kawasan Asia," ucap Siswo.

Baca juga: Pertumbuhan ekonomi RI tercatat lebih baik di antara negara G20

Baca juga: Menlu Tiongkok: kebangkitan Asia makin nyata

Terkait kontribusi ekonomi Asia yang terbesar bagi ekonomi global, ia juga menyebut bahwa "Kebangkitan Asia" yang akan memunculkan suatu norma baru dalam tatanan dunia merupakan suatu hal yang normal.

Pada kesempatan itu, Duta Besar Jerman untuk Indonesia Peter Schoof menyampaikan pandangan serupa tentang "Kebangkitan Asia".

Dia mengatakan bahwa Pemerintah Jerman mengeluarkan panduan untuk menjalankan kebijakan luar negeri di kawasan Indo-Pasifik atas pertimbangan bahwa pusat ekonomi dunia yang mulai beralih ke kawasan Asia.

Menanggapi langkah Pemerintah Federal Jerman tersebut, Siswo mengatakan "pendekatan Jerman sudah cukup tepat [...] untuk bekerja sama dengan negara-negara berkembang" karena sepuluh tahun mendatang Asia diperkirakan akan menyumbang sekitar 51 persen PDB di G20--Kelompok 20 Ekonomi Terkuat di Dunia.

Baca juga: Dalam Forum G20, Indonesia senantiasa dorong kerja sama multilateral

Baca juga: Menlu: Indonesia jadi tuan rumah KTT G20 tahun 2022

 

Pewarta : Suwanti
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar