Konfirmasi positif COVID-19 Sumsel tembus 10.000 kasus

id COVID-19 sumsel,yusri,kasus COVID-19 sumsel,palembang zona merah,zona merah sumsel,pilkada sumsel,kasus sembuh sumsel,COVID-19 palembang

Konfirmasi positif COVID-19 Sumsel tembus 10.000 kasus

Kota Palembang kembali menjadi zona merah bersamaan dengan tembusnya kasus positif COVID-19 Sumsel yang mencapai 10.027 kasus, Rabu (9/12) (ANTARA/Aziz Munajar/20)

Palembang (ANTARA) - Kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Sumatera Selatan telah menembus angka 10.027 orang dengan munculnya kembali daerah zona merah atau wilayah resiko tinggi sejak terakhir kalinya pada akhir Oktober 2020.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel Yusri di Palembang Rabu, mengatakan capaian 10.027 kasus sejak 23 Maret tersebut disebabkan tambahan 40 kasus baru pada 9 Desember dengan setengahnya berasal dari Kota Palembang.

Baca juga: Penambahan kasus positif COVID-19 di Jakarta sebanyak 1.237 pada Rabu

"Tambahan kasus dari Palembang (24 orang), Prabumulih (lima), Banyuasin (empat), OKU Timur (tiga), PALI dan Empat Lawang masing-masing satu orang," ujarnya.

Namun kasus sembuh juga bertambah 46 orang yakni dari Palembang (38), Muara Enim (lima), Lubuklinggau (dua) dan Prabumulih (satu).

Total kasus sembuh berjumlah 8.363 orang atau mencapai 83 persen, sedangkan angka kematian masih relatif tinggi yakni sebanyak 543 kasus atau 5,41 persen.

Baca juga: Kasus COVID-19 Lampung bertambah 80 total 4.521 kasus

Sementara naiknya kembali Kota Palembang menjadi zona merah setelah dua bulan berada di zona oranye menurut Yusri dipicu tidak adanya penurunan kasus baru dalam satu pekan terakhir, total kasus di kota pempek itu kini mencapai 4.429 kasus.

"Jumlah kematian (Palembang) juga meningkat," kata dia.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 Kalteng bertambah 229 orang

Dinkes Sumsel mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan 3M terutama tidak berlama-lama berada dalam kerumunan, sebab kasus penularan COVID-19 saat ini banyak ditimbulkan dari kerumunan.

Termasuk gelaran pilkada yang dilaksanakan hari ini, menurutnya kemungkinan efek pilkada terhadap jumlah kasus COVID-19 baru akan terlihat dalam sepekan ke depan.

Pewarta : Aziz Munajar
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar