MPR: Pilkada 2020 beri sentimen positif bagi masyarakat

id MPR RI,Pilkada 2020,Bawaslu

MPR: Pilkada 2020 beri sentimen positif bagi masyarakat

Ketua Fraksi PPP MPR, Arwani Thomafi (kiri), bersama anggota Badan Pengawas Pemilu, Fritz Edward Siregar (kanan), menjadi pembicara dalam diskusi Empat Pilar MPR RI dengan tema "Membaca Proses Demokrasi Pilkada di Tengah Pandemi" di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis. ANTARA/HO-MPR

Jakarta (ANTARA) - Ketua Fraksi PPP MPR, Arwani Thomafi, menilai Pilkada Serentak 2020 memberikan sentimen positif kepada masyarakat karena tidak ada konflik atau perbedaan yang tajam di masyarakat sampai pada pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 pada Rabu (9/12).

Karena itu dia menilai Pilkada 2020 bisa menjadi momen bagi masyarakat untuk benar-benar bersatu.

"Jadi sudah ada kedewasaan dalam berdemokrasi, kedewasaan dalam melihat perbedaan pendapat dan perbedaan pilihan di tengah masyarakat," kata dia, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Ketua Fraksi PPP di MPR beri catatan pelaksanaan Pilkada 2020

Hal itu dia katakan dalam Diskusi Empat Pilar MPR RI dengan tema "Membaca Proses Demokrasi Pilkada di Tengah Pandemi" di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan secara keseluruhan hingga pemungutan suara, pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 secara teknis bisa berjalan secara baik. "Apa yang kita khawatirkan tidak terjadi. Masyarakat datang beramai-ramai ke TPS, alhamdulillah masyarakat cukup antusias," ujarnya.

Namun dia menilai dari antusiasme masyarakat datang ke TPS, belum bisa disimpulkan tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2020, apakah melampaui target KPU sebesar 77,5 persen atau di bawah target itu.

Baca juga: DPR ajak masyarakat kawal pelaksanaan Pilkada 2020

Dalam diskusi tersebut, anggota Badan Pengawas Pemilu, Fritz Edward Siregar, juga melihat antusiasme masyarakat dalam Pilkada Serentak 2020 sehingga dirinya memberikan apresiasi kepada seluruh pihak seperti kepada penyelenggara, TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan.

"Saya apresiasi juga masyarakat yang hadir di TPS. Bisa dilihat antusiasme masyarakat dan penerapan protokol kesehatan pada saat di TPS, seperti menggunakan masker, mengikuti protokol kesehatan di TPS," katanya.

Ia menilai Pilkada 2020 yang dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 merupakan ujian demokrasi, dan beberapa negara yang melakukan pemilihan seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Singapura memiliki persoalan yang berbeda dengan Indonesia. "Kita bisa melaksanakan agenda demokrasi ini dengan tingkat partisipasi yang ada dan dengan berbagai persoalannya,” ujarnya.

Baca juga: MPR: KPU harus pastikan kesiapan pelaksanaan Pilkada 2020


Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar