KPU: Partisipasi masyarakat di Pilkada Surabaya terendah se-Jatim

id pilkada serentak,partisipasi masyarakat,pilkada surabaya terendah,pilkada,pilkada serentak 2020,pilkada 2020,partisipasi pilkada

KPU: Partisipasi masyarakat di Pilkada Surabaya terendah se-Jatim

Tangkapan layar data hasil Rakor KPU Jatim yang diikuti 19 KPU Kabupaten/Kota terkait tingkat partisipasi masyarakat pada Pilkada serentak 2020 se-Provinsi setempat. (ANTARA/HO-Istimewa/FA)

Surabaya (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur mencatat tingkat partisipasi masyarakat untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Surabaya pada 9 Desember 2020 merupakan yang terendah.

"Surabaya tingkat partisipasi masyarakatnya terendah, yaitu 52,4 persen," ujar anggota KPU Jatim Gogot Cahyo Baskoro di Surabaya, Jumat.

Rinciannya, dari 2.096.161 daftar pemilih tetap (DPT) dan daftar pemilih tambahan (DPTb), hanya 1.098.469 yang menggunakan hak pilihnya.

Pengguna hak pilih terdiri dari DPT, DPTb maupun DPPh (daftar pemilih pindahan).

Baca juga: Akademisi: Partisipasi pemilu-pilkada minus kualitas suara

Baca juga: Round Up - Pilkada Serentak di 19 kabupaten dan kota di Jatim


Selain itu, dari target partisipasi 60 persen pemilih di 31 kecamatan, hanya dua kecamatan yang memenuhi target, yaitu Benowo (60,82 persen) dan Pakal (64,84 persen).

Dibandingkan dengan tingkat partisipasi masyarakat pada Pilkada Surabaya 2015, kata Gogot, selisih-nya ada kenaikan 0,23 persen.

"Di Pilkada Surabaya tahun 2015, partisipasi masyarakatnya 52,17 persen, sedangkan tahun 2020 mencapai 52,4 persen," tutur komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat KPU Jatim tersebut.

Pihaknya merinci terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi tidak tercapai-nya target tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada 2020, yaitu faktor sosial budaya, faktor geografis, kondisi iklim dan cuaca, kondisi pandemik COVID-19, kontestasi pasangan calon, besaran anggaran, dukungan para pemangku kebijakan serta penyelenggara.

Di sisi lain, tingkat partisipasi masyarakat tertinggi pada Pilkada Serentak di Jatim adalah Kabupaten Gresik yang mencapai 80,88 persen.

Kemudian, selisih partisipasi masyarakat (perbandingan Pilkada 2015 dan 2020) tertinggi yaitu Kabupaten Tuban dengan 24,47 persen (51,91 persen berbanding 76,41 persen), serta selisih partisipasi masyarakat terendah adalah Kota Pasuruan dengan -3,66 persen (79,61 persen berbanding 75,95 persen).

Hasil-hasil catatan dari KPU Jatim tersebut berdasarkan rapat koordinasi selama dua hari, yaitu Kamis hingga Jumat (17-18 Desember 2020) di Kantor KPU Kota Pasuruan bersama 19 KPU kabupaten/kota se-Provinsi setempat.

Pilkada Serentak 2020 di Jatim telah digelar 9 Desember di 19 kabupaten/kota, meliputi tiga kota yakni Surabaya, Blitar, dan Pasuruan, serta 16 kabupaten yaitu Banyuwangi, Kabupaten Blitar, Mojokerto, Kediri, Gresik, Jember, Lamongan, Malang, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, dan Tuban.

Baca juga: DPR apresiasi partisipasi pemilih tinggi dalam Pilkada Serentak 2020

Baca juga: Menkopolhukam bersyukur partisipasi pilkada meningkat di masa pandemi

Pewarta : Fiqih Arfani
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar