GP Ansor Bogor ajak guru ngaji turut atasi fenomena "rojali"

id Fenomena rojali, gp ansor bogor, kabupaten bogor, jawa barat

GP Ansor Bogor ajak guru ngaji turut atasi fenomena "rojali"

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Bogor, Dhamiry A Ghazaly di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (ANTARA/M Fikri Setiawan)

Cibinong, Bogor (ANTARA) - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengajak para guru ngaji turut mengataai munculnya fenomena rombongan jamaah liar atau biasa disebut rojali.

"Kepada orang tua, guru ngaji dan Kader GP Ansor se-Kabupaten Bogor, agar menyikapi fenomena rojali atau remaja yang baru berusia tingkat SD sampai SMP yang berkeliaran pada malam hari dengan dalih pengajian, agar menjadi perhatian serius kita semuanya," ungkap Ketua PC GP Ansor Kabupaten Bogor, Dhamiry A Ghazaly di Cibinong, Bogor, Senin.

Baca juga: Pemkab Bogor terima 150 ribu masker dari Aice dan GP Ansor

Rojali merupakan gerombolan anak remaja dengan atribut keagamaan berupa sarung dan kopiah yang kerap menyetop kendaraan truk maupun jenis pick up di tengah jalan dengan dalih butuh tumpangan ke tempat pengajian.

Menurutnya, fenomena tersebut sudah jamak terjadi baik di wilayah Kabupaten maupun Kota Bogor. Ia khawatir aksi para rojali tersebut menyebabkan kecelakaan bagi pengguna jalan maupun remaja itu sendiri.

"Saya berharap Pemda Bogor dan aparat terkait, bisa menyikapi hal ini, karena akan menjadi masalah sosial yang baru jika didiamkan," kata Dhamiry.

Baca juga: Konferensi Besar GP Ansor hasilkan rekomendasi penanganan COVID-19

Ia mengajak para remaja untuk kembali menimba ilmu di tempat pengajian, pesantren, majelis talim kepada para kiai maupun ulama di lingkungan terdekat.

"Mari kita kembali ngaji di tetempat dan gurunya. Intinya fenomena anak usia remaja yang berkeliaran di jalan dan ngompreng truk atau mobil pickup harus disikapi serius oleh semua elemen," tuturnya.

Baca juga: Ribuan relawan GP Ansor suka rela edukasi pencegahan COVID-19

 

Pewarta : M Fikri Setiawan
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar