Pangkalpinang siapkan 7.000 vial vaksin gelombang dua untuk lansia

id Cegah virus ,Vaksin untuk kita,Ingat peaan ibu,pangkalpinang

Pangkalpinang siapkan 7.000 vial vaksin gelombang dua untuk lansia

Pemberian vaksin COVID-19 kepada para calon penerima dari kelompok lansia, TNI, Polri, petugas pelayanan publik, tokoh agama dan wartawan di Kota Pangkalpinang. ANTARA/ Donatus Dasapurna.

Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyediakan 7.000 vial untuk penyuntikan vaksin COVID-19 gelombang dua dengan sasaran warga lanjut usia (lansia), petugas pelayanan publik, tokoh agama, TNI, Polri dan wartawan.

"Pada gelombang dua ini kami sediakan sekitar 7.000 vial vaksin dan sebagai seremoni pembukaan kami gelar di ruang pertemuan Pemkot Pangkalpinang kepada sekitar 65 orang perwakilan kelompok sasaran," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Masagus Hakim.di Pangkalpinang, Senin.

Bagi para calon penerima suntikan vaksin, pihaknya sudah melakukan pendataan dan nantinya akan diberikan pelayanan di sejumlah tempat pelayanan kesehatan yang sudah ditunjuk.

Baca juga: Satgas COVID-19 kembali tetapkan Pangkalpinang zona merah

Baca juga: Satgas tetapkan Pangkalpinang dan Bangka Tengah zona merah COVID-19


"Dinas kesehatan sudah menyiapkan berapa lokasi untuk masyarakat yang sudah terdaftar agar mendatangi tempat yang telah tetapkan tersebut," ujarnya.

Ia mengatakan proses penyuntikan vaksin pada gelombang dua ini dimulai hari ini hingga 31 Maret 2021, dan bagi para warga yang sudah terdaftar bisa mendatangi Puskesmas, Rumah Sakit Bhakti Timah dan RSUD Depati Hamzah untuk penyuntikan vaksin.

Ia mengatakan sampai saat ini Kota Pangkalpinang sudah mendapatkan 9.000 vaksin, pada gelombang pertama sudah dilakukan kepada sekitar 2.000 orang tenaga kesehatan dan untuk tahap kedua ini sebanyak 7.000 vaksin.

Untuk vaksin tahap dua termin kedua belum ada kabar kapan akan dilakukan dan kita masih menunggu kabar dari pusat.

"Kita harapkan dengan adanya vaksin COVID-19 ini bisa memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19 di kota Pangkalpinang," katanya.*

Baca juga: Kasus kematian pasien COVID-19 di Pangkalpinang tertinggi di Babel

Baca juga: Pangkalpinang tunda rencana sekolah tatap muka

Pewarta : Donatus Dasapurna Putranta
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar