PM Thailand semprot wartawan dengan disinfektan, hindari pertanyaan

id Bangkok,Thailand,Prayuth Chan-ocha

PM Thailand semprot wartawan dengan disinfektan, hindari pertanyaan

Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha menyemprotkan "hand sanitizer" ke wartawan barisan depan untuk menghindari pertanyaan tentang perombakan Kabinet terbaru di Bangkok, Thailand, (9/3/2021). ANTARA FOTO/ Thai Government House/Handout via REUTERS/aww.

Bangkok (ANTARA) - Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha pada Selasa (9/3) membuat wartawan tertegun dan geli ketika dia menghentikan sejenak konferensi persnya hanya untuk menyemprot para wartawan dengan pembersih tangan atau disinfektan dalam upaya untuk menghindari pertanyaan sulit.

Prayuth menjadi frustrasi ketika ditanya tentang daftar calon potensial untuk mengisi jabatan kabinet yang kosong, menyusul pemenjaraan tiga menterinya pekan lalu karena aksi pemberontakan dalam protes tujuh tahun lalu.

"Apakah ada hal lain yang perlu ditanyakan?," katanya sambil berdiri di podium. "Saya tidak tahu, saya belum melihatnya. Bukankah itu adalah sesuatu yang harus diketahui perdana menteri terlebih dahulu?"

Baca juga: PM Prayuth tidak akan mundur dari jabatannya meskipun didesak massa
Baca juga: PM Thailand dihadiahi teguran oposisi pertama di parlemen


Dalam pengarahan langsung itu, Prayuth kemudian meninggalkan podium, mengambil sebotol kecil pembersih tangan, dan dengan santai berjalan ke arah wartawan untuk menyemprot masing-masing dari mereka sambil memegang masker di depan wajahnya.

Prayuth, seorang mantan pemimpin kudeta militer, dikenal karena pernyataannya yang santai dan terkadang lucu kepada media. Walaupun ia sering marah kepada wartawan.

Dia kemudian direkam tengah berbicara dengan kelompok wartawan yang sama dan terlihat semakin kesal. Ia tampak bergumam sambil kembali menyemprot mereka sebelum berjalan menjauh.

Sumber: Reuters

Baca juga: PM Thailand lolos dari mosi tidak percaya di parlemen
Baca juga: PM Thailand divonis tidak bersalah atas kasus di militer

Pewarta : Gusti Nur Cahya Aryani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar