Bayi di Riau lahir terinfeksi COVID-19

id bayi covid,covid riau,kepala dinas kesehatan riau,positif

Bayi di Riau lahir terinfeksi COVID-19

Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir di Kota Pekanbaru. (ANTARA/HO-Diskominfotik Riau)

Pekanbaru (ANTARA) - Provinsi Riau mengalami penambahan 117 kasus baru terkonfirmasi COVID-19 pada Selasa, dan salah satunya adalah seorang bayi yang baru lahir dalam kondisi terinfeksi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir dalam pernyataan tertulisnya di Pekanbaru, mengatakan bayi tersebut baru berusia satu hari dan belum diberi nama. Ibu dari bayi tersebut yang berinisial K, juga dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19.

"Bayi nyonya K, umur satu hari, berjenis kelamin laki-laki, merupakan warga Kabupaten Indragiri Hilir," kata Mimi.

Baca juga: Jumlah kasus positif COVID-19 tambah 5.414 kasus pada Selasa

Ia mengatakan nyonya K, berusia 31 tahun, bersama bayinya dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab PCR di Kabupaten Indragiri Hilir pada 15 Maret 2021.

Menurut dia, jumlah penambahan kasus baru pada Selasa lebih tinggi dari pasien yang sembuh COVID-19, yang berjumlah 52 pasien. Pada saat yang sama juga terjadi penambahan tiga pasien yang meninggal dunia akibat virus mematikan tersebut.

Dengan begitu, total kasus terkonfirmasi COVID-19 di Riau secara kumulatif mencapai 32.908 orang. Pasien yang melakukan isolasi mandiri ada 777 orang, sedangkan yang dirawat di rumah sakit 365 orang.

Dari kasus kumulatif tersebut, lanjutnya, jumlah pasien yang telah sembuh mencapai 30.962 orang. Sementara itu, jumlah kematian mencapai 804 orang.

Mimi mengatakan penambahan pasien baru di Riau pada awal tahun ini didominasi klaster keluarga. Penyebabnya adalah kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan menurun.

Baca juga: Penambahan pasien sembuh COVID-19 Jakarta Selasa (16/3) sebanyak 1.559

"Kasus positif Covid meningkat, dari data yang masuk itu banyak dari klaster keluarga. Sekarang banyak yang mengadakan pesta tanpa batasan. Keluarga yang kecluar daerah, banyak warga hadir di pesta, tanpa mengindahkan protokol kesehatan. Termasuk acara bersama keluarga, jadi hampir seluruh kabupaten/kota yang terkonfirmasi positif ada klaster keluarga," katanya.

Karena itu, Mimi mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kewaspadaan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Pakai masker bila ke luar rumah dan di tempat kerja, selalu menjaga jarak, dan sering mencuci tangan pakai sabun," katanya.

Ia mengatakan walaupun tidak sakit, belum tentu orang yang kita temui negatif COVID-19 dan tidak menyebarkan virusnya.

"Maka pilihan terbaik adalah tetap di rumah dan hindari keramaian, jaga pola hidup sehat, makan buah dan sayuran, berolahraga rutin, istirahat yang cukup dan konsumsi vitamin yang cukup," kata Mimi Yuliani Nazir. ***3***

Baca juga: Positif COVID-19 di DIY bertambah 170 orang menjadi 30.427 kasus
Baca juga: Satgas: 93,13 persen pasien positif COVID-19 di Bali sembuh
Baca juga: Positif COVID-19 di NTT capai 11.217 orang

Pewarta : FB Anggoro
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar