Buktikan aman, Presiden Kolombia tawarkan diri divaksin AstraZeneca

id Presiden Kolombia Ivan Duque,vaksin COVID-19 AstraZeneca,pembekuan darah

Buktikan aman, Presiden Kolombia tawarkan diri divaksin AstraZeneca

Presiden Kolombia terpilih Ivan Duque (kanan) diberikan tanda jasa dari gubernur Antioquia, Luis Perez, dengan "Escudo de Antioquia, kategori Oro", di Medellin, Antioquia, Kolombia, Selasa (10/7/2018). (REUTERS/Fredy Builes) (REUTERS/Fredy Builes)

Bogota (ANTARA) - Presiden Kolombia Ivan Duque pada Jumat (18/3) menawarkan diri untuk disuntik vaksin COVID-19 AstraZeneca guna membuktikan keamanan vaksin tersebut, menyusul kekhawatiran atas kasus pembekuan darah.

Kekhawatiran soal keamanan vaksin membuat sedikitnya 13 negara di Eropa menghentikan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca,sehingga memperlambat program vaksinasi di seluruh wilayah Uni Eropa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak negara-negara untuk tetap memberikan vaksin AstraZeneca dan pihaknya telah menambahkan rekomendasi seperti itu yang dikeluarkan oleh regulator Eropa dan Inggris.
 
Duque mengatakan kepada Menteri Kesehatan Fernando Ruiz bahwa selagi dirinya menunggu untuk menerima vaksin, ia bersedia divaksin COVID-19 AstraZeneca guna meyakinkan keamanan vaksin tersebut kepada masyarakat.

"Saya katakan dengan sangat jelas, jika faktanya bahwa saya menerima vaksin AstraZeneca, sebagai presiden republik, akan menenangkan pikiran tentang vaksin...saya akan melakukannya begitu Anda memberi tahu saya," kata Presiden Duque kepada Menteri Ruiz.

Kolombia sejauh ini melaporkan lebih dari 2,3 juta infeksi dan 61.771 kematian COVID-19. Hingga kini, negara tersebut telah menyuntikkan satu juta lebih dosis vaksin.

Sumber: Reuters

Baca juga: Kolombia perpanjang status darurat kesehatan COVID hingga 31 Mei

Baca juga: Kolombia setujui penggunaan darurat vaksin COVID-19 AstraZeneca

Baca juga: Kolombia perpanjang status darurat, pesan lebih banyak vaksin Sinovac


 

BPOM putuskan vaksin AstraZeneca aman digunakan


Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar