SD-SMP di Timika mulai gelar sekolah tatap muka

id Sekolah tatap muka di Mimika

SD-SMP di Timika mulai gelar sekolah tatap muka

SMP Negeri 2 Mimika mulai menggelar pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, Senin (22/3/2021). (ANTARA/Evarianus Supar)

Timika (ANTARA) - Hampir seluruh sekolah mulai tingkat SD hingga SMP di Kota Timika, Ibu Kota Kabupaten Mimika, Provinsi Papua sejak Senin pagi, mulai menggelar kembali pembelajaran tatap muka, khusus bagi siswa yang akan mengikuti ujian akhir sekolah tahun ini.

Di SMP Negeri 2 Mimika, dari jumlah 454 siswa kelas IX yang akan memasuki ujian akhir sekolah, separuhnya mengikuti pembelajaran tatap muka pada Senin, Rabu, dan Jumat, sedangkan separuh lainnya pada Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Mimika Mathius Sedan di Timika, Senin, mengatakan pembelajaran tatap muka sebagaimana hasil pertemuan Kepala Dinas Pendidikan Mimika Jenny O. Usmani dengan seluruh kepsek SD dan SMP di Kota Timika baru-baru ini dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Kami di sekolah sudah membentuk Satgas COVID-19. Sebelum masuk pintu gerbang sekolah, siswa maupun guru diukur suhu tubuhnya, disediakan air untuk mencuci tangan dilengkapi dengan sabun. Siswa dan guru juga diwajibkan menggunakan masker," katanya.

Sesuai hasil pertemuan dengan Dinas Pendidikan Mimika, pembelajaran tatap muka di sekolah hanya berlangsung selama empat jam sehari dengan dua jam mata pelajaran tanpa istirahat, masing-masing berdurasi dua jam. Pembelajaran berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 10.10 WIT.

"Selama pembelajaran berlangsung, guru bidang studi harus benar-benar mengontrol siswa di dalam kelas agar mereka tidak boleh pindah tempat duduk. Begitu jam pelajaran itu selesai, maka guru berikutnya langsung menggantikan untuk pelajaran bidang studi lainnya," ujarnya.

Baca juga: Sekolah tatap muka dan kesiapan Mimika melaksanakannya

Dari 10 mata pelajaran yang diterima siswa SMP, hanya enam mata pelajaran yang diikutkan dalam pembelajaran tatap muka di sekolah, yaitu PKN, IPS, Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA, sedangkan untuk empat mata pelajaran lainnya, siswa mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah masing-masing.

Mathius mengatakan sekolahnya sudah menggelar rapat dengan orang tua siswa sebelum memulai pembelajaran tatap muka.

Pihak SMP Negeri 2 Mimika memberikan kebebasan kepada orang tua siswa apakah anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah ataukah mengikuti pembelajaran sistem daring.

"Jika ada orang tua murid yang tidak setuju dengan pembelajaran tatap muka, silakan melapor ke wali kelas atau langsung ke kepala sekolah agar siswa yang bersangkutan diberikan pelajaran sistem 'online' (daring)," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Mimika Jenny O. Usmani mengatakan penyelenggaraan sekolah tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan ketat khusus untuk siswa yang akan menghadapi ujian sekolah, yaitu kelas VI SD dan kelas IX SMP, sedangkan untuk kelas XII SMA menjadi kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Papua dalam pengaturannya.

"Penyelenggaraan sekolah tatap muka untuk sementara waktu ini dikhususkan kepada siswa kelas VI SD dan kelas IX SMP yang akan memasuki ujian akhir. Tentu syaratnya yaitu hanya bisa diikuti oleh 50 persen siswa dalam satu kelas dengan memperhatikan penerapan protokol kesehatan secara ketat," katanya.

Baca juga: Pemprov Jabar izinkan pembelajaran tatap muka digelar Juli

Ia menyebut penyelenggaraan sekolah tatap muka menyesuaikan SKB Mendikbud, Menkes, Menag dan Mendagri pada 20 November 2020 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021 dimasa pandemi COVID-19.

Meski begitu, katanya, siswa yang bisa diikutkan dalam pembelajaran tatap muka itu wajib mendapatkan persetujuan dari orang tua.

"Orang tua yang setuju mengikutkan anaknya untuk mengambil metode belajar tatap muka akan membuat surat pernyataan agar orang tua juga punya tanggung jawab untuk mengantar jemput anaknya ke sekolah sehingga anak-anak tidak berkeliaran di sekolah," kata dia.

Bagi orang tua yang tidak setuju dengan metode pembelajaran tatap muka, katanya, boleh memilih metode belajar daring, sedangkan bagi siswa yang belum memasuki kelas persiapan ujian akhir tetap melaksanakan pembelajaran dari rumah sebagaimana yang sudah berlangsung hampir satu tahun belakangan ini.

Baca juga: Vaksinasi harapan baru pelaksanaan KBM tatap muka
Baca juga: Bupati Sleman tinjau kesiapan sekolah untuk KBM tatap muka
Baca juga: DPRD Yogyakarta usulkan KBM tatap muka ditunda jika COVID-19 meningkat

Pewarta : Evarianus Supar
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar