Riau dorong potensi budidaya udang vaname di daerah pesisir

id udang vaname,ekonomi riau,potensi udang riau

Riau dorong potensi budidaya udang vaname di daerah pesisir

Budidaya udang vaname di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. (ANTARA/HO-Diskominfotik Riau)

Pekanbaru (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Riau mencoba mendorong potensi budidaya udang vaname di daerah pesisir, karena dinilai menjadi sektor yang sangat strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat ka sebab sangat menguntungkan secara ekonomi.

"Budidaya udang vaname ini tidak kalah menguntungkan dari perkebunan sawit," kata Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau, Odor Juliana dalam pernyataan pers

Menurut dia, jika masyarakat memiliki lahan 1.000 meter persegi saja, maka berpotensi mendapatkan keuntungan Rp87 juta dengan masa panennya tiga sampai empat bulan.

Ia mengatakan potensi pengembangan budidaya udang vaname atau udang air payau sangat besar di Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai. Lahan tambak di Kabupaten Bengkalis memiliki potensi udang vaname kurang lebih 1.300 hektare. Namun, saat ini yang baru dimanfaatkan baru sekitar 100 hektar dengan jumlah pembudidaya kurang lebih 61 pengusaha.

Odor menjelaskan, udang vaname Riau ini rencananya akan ditagetkan ekspor ke beberapa negara, karena Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan target produksi udang yang akan diekspor itu dari tahun 2019-2024 ada peningkatan 250 persen.

"250 persen yang akan ditingkatkan ekspornya, dalam rangka memenuhi ini lah makanya KKP akan menumbuhkan usaha baru dan produksi baru salah satunya yang adalah Dumai," ujarnya.

Dia mengakui bahwa pandemi COVID-19 sangat mempengaruhi kondisi tambak budidaya udang vaname, salah satunya dalam hal mendatangkan benih. Odor menyebutkan, tadinya benih udang tersebut didatangkan dari Hawai. Namun, karena pandemi saat ini banyak yang tutup sehingga tidak bisa impor.

Banyak akhirnya benih liar yang digunakan, karena pembudidaya hanya mementingkan bagaimana cara agar tambak yang dikelolanya bisa terisi.

"Oleh karena itu sering terjadinya penyakit. Karena itu tadi tidak jelas asal benihnya. Pernah juga kemarin terjadi kematian massal pada udang vaname yang baru ditebar. berarti itu asal bibitnya, benihnya yang tidak bagus," katanya. 

Baca juga: Menteri Kelautan targetkan RI jadi produsen udang vaname terbesar

Baca juga: Sultra ekspor udang vaname 259,39 ton ke Jepang

Baca juga: KKP targetkan Muaragembong Bekasi jadi sentra budi daya udang vaname

 

Pewarta : FB Anggoro
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar