Sekjen: Penetapan capres PDI Perjuangan sudah ada mekanismenya

id PDI Perjuangan,Kristiyanto

Sekjen: Penetapan capres PDI Perjuangan sudah ada mekanismenya

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat Webinar Repdem bertajuk 'Impor Beras dan Garam: Adu Nasib Petani vs Pemburu Rente, di Jakarta, Kamis (25/3/2021). (ANTARA/HO-PDIP/am.)

Jakarta (ANTARA) - Sekjen Partai PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan penetapan pasangan calon presiden pada Pemilu 2024 mendatang, sudah memiliki mekanisme yang diatur dalam aturan partai.

"Pilpres sudah ada mekanismenya, pasangan calon Ibu Megawati yang akan tetapkan," kata Hasto di Jakarta, Selasa.

Menurut Hasto yang paling penting dilakukan adalah bekerja keras menyiapkan seluruh jajaran struktur partai, konsolidasi untuk mendapatkan elektoral partai tertinggi. Selain itu, proses kaderisasi partai harus terus berjalan.

Baca juga: PDIP Sumbar tetap pilih Megawati Soekarnoputri memimpin partai
Baca juga: Megawati: Indonesia memiliki teknik wastra terlengkap di dunia
Baca juga: Megawati ajak politisi belajar kehidupan dari alam


"Bagi kami, berjuang terus untuk kepentingan rakyat yang utama," ujar Hasto.

Hasto menegaskan PDI perjuangan tetap berkomitmen bersama pemerintah untuk fokus membantu rakyat dalam mengatasi pandemi COVID-19.

Beberapa waktu lalu, survei peta politik Triwulan I 2021 yang dikeluarkan oleh Charta Politika Indonesia di Jakarta memprediksi sejumlah nama calon presiden yang mendapat perolehan suara terbanyak pada Pemilu 2024 mendatang.

Dalam simulasi pemilihan presiden dengan lima nama teratas, Prabowo Subianto unggul dengan perolehan 22,2 persen suara, kemudian diikuti oleh Ganjar Pranowo 20 persen, Anies Baswedan 14,2 persen, Sandiaga Uno 12,7 persen, dan Ridwan Kamil 9,2 persen.

Ganjar Pranowo merupakan kader PDI Perjuangan saat ini sebagai Gubernur Jawa Tengah untuk periode kedua. Sementara kader PDI perjuangan lainnya yang mendapatkan perolehan suara dalam survei itu di antaranya Menteri Sosial Tri Rismaharini dengan perolehan suara 5,3 persen, dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Puan Maharani 1,2 persen.

Pewarta : Fauzi
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar