Kementerian PUPR: Anggaran padat karya 2021 naik, capai Rp5,29 triliun

id kementerian pupr,padat karya tunai,rdp komisi v dpr

Kementerian PUPR: Anggaran padat karya 2021 naik, capai Rp5,29 triliun

Ilustrasi: Pelaksanaan revitalisasi drainase ruas jalan nasional yang berada di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. . (Antara/Muhamad Hanapi)

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan anggaran bagi Program Padat Karya Tunai tahun ini mengalami kenaikan sehingga menjadi Rp5,29 triliun.

"Sebagaimana teralokasi dalam DIPA awal Ditjen Cipta Karya sebesar Rp3,36 triliun dan bertambah Rp1,93 triliun sehingga total untuk kegiatan padat karya tunai adalah Rp5,29 triliun," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Diana Kusumastuti dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis.

Menurut Diana, melalui alokasi sebesar Rp5,29 triliun maka direncanakan Program Padat Karya Tunai (PKT) tersebut dapat menyerap 219.821 tenaga kerja pada tahun ini.

Dalam paparannya, dia juga merinci untuk Program PKT Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) tahun 2021 semula dialokasikan Rp260 miliar dan kegiatan di 261 lokasi kemudian mendapatkan tambahan alokasi Rp716,6 miliar dan kegiatan di 1.838 lokasi.

Untuk Program PKT  Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) tahun ini semula mendapatkan alokasi anggaran Rp540 miliar dan kegiatan di 900 kecamatan, kemudian mendapatkan tambahan Rp360 miliar dan 600 kecamatan.

Baca juga: PUPR catat padat karya tunai serap 110.544 tenaga kerja per awal Maret

Sedangkan Program PKT Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) anggaran yang dialokasikan yakni sebesar Rp90 miliar dan kegiatan di 147 lokasi.

Selain itu Program PKT  Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS)/ Sanitasi Desa (Sandes)/ Sanitasi Pondok Pesantren - Lembaga Pendidikan Keagamaan semula mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp1,56 triliun dan kegiatan di 5.260 lokasi, namun kemudian mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp596,3 miliar dan kegiatan di 2.000 lokasi pondok pesantren serta 250 lokasi Sandes.

Sedangkan Program PKT Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), semula mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp910 miliar dan kegiatan di 4.390 desa namun kemudian mendapatkan tambahan Rp33 miliar dan 135 desa.

Program PKT untuk kegiatan kontraktual yang dilaksanakan dengan Skema Padat Karya mendapatkan alokasi anggaran Rp224,1 miliar dan kegiatan di 155 lokasi.

Baca juga: Ekonom: Program padat karya perlu digenjot lagi, dongkrak daya beli

 

Pewarta : Aji Cakti
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar