Wamen LHK ingatkan pendaki kelola sampah saat mendaki taman nasional

id taman nasional ,ekowisata,Sampah, pengelolaan sampah

Wamen LHK ingatkan pendaki kelola sampah saat mendaki taman nasional

Wamen LHK Alue Dohong (tengah barisan depan) ketika mengunjungi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di Cibodas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (6/4/2021) (ANTARA/Prisca Triferna)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong mengingatkan agar para pendaki untuk mengelola sampah yang dibawa saat pendakian ke berbagai taman nasional di Indonesia.

"Agar para penikmat wisata alam termasuk para pendaki agar mengelola sampahnya . Jadi jangan membuang sampah sembarangan," kata Wamen LHK Alue ketika mengunjungi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di Cibodas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Selasa.

Peringatan itu dia berikan karena pembuangan sampah secara sembarangan dapat merusak alam terutama sampah yang tidak dapat terurai secara alami dalam waktu cepat seperti plastik.

Baca juga: Pemkab Tangerang gandeng EwasteRJ untuk tangani sampah elektronik

Jika sampah tidak dapat dikelola dengan baik oleh orang-orang yang melakukan pendakian maka keindahan dari banyak taman nasional, yang menjadi daya tarik bagi pengunjung, dapat rusak.

"Kalau taman nasional atau wilayah-wilayah seperti ini kan keindahan, estetikanya, keunikannya. Kalau sampahnya tidak terkendali juga tidak akan bagus, keindahannya akan hilang," tegas Alue

Menjaga keindahan dan keasrian taman nasional itu penting, mengingat ekowisata dapat didorong menjadi salah satu penggerak ekonomi hijau atau green economy di Indonesia.

Ekonomi hijau adalah sistem ekonomi di mana kesejahteraan manusia dan kesetaraan sosial ingin dicapai sambil mengurangi risiko terhadap lingkungan hidup.

Baca juga: Ibnu bisa belajar sambil berwisata ke Bali berkat sampah

Alue menegaskan bahwa Indonesia kini bergerak menuju ekonomi hijau yang lebih ramah terhadap lingkungan dan meninggal sistem ekonomi ekstraktif yang mencari keuntungan tanpa mempertimbangkan kelestarian alam.

Karena hal itu, ekowisata dapat menjadi sarana untuk menggerakkan perekonomian masyarakat tanpa merusak alam karena lingkungan hidup dilihat memiliki berbagai fungsi, tidak hanya sebagai bahan dasar dari satu produk,

“Artinya kita melihat ekosistem alam ini dalam hal multifungsi,” demikian ujar Alue.

Baca juga: Diolah dari serasah, Riau produksi 2 ton kompos dari sampah organik
Baca juga: KLHK targetkan seluruh data pengelolaan sampah terintegrasi pada 2021


Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar