Polisi ungkap kasus korupsi pembangunan jalan di Lampung

id polda lampung, ungkap kasus korupsi, proyek jalan

Polisi ungkap kasus korupsi pembangunan jalan di Lampung

Polda Lampung gelar konferensi pers kasus dugaan korupsi pembangunan jalan Ir Sutami-Sribowono (ANTARA/Agus Wira Sukarta)

Bandarlampung (ANTARA) - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung mengungkap dugaan kasus tindak pidana korupsi pekerjaan rekonstruksi Jalan Ir. Sutami-Sribawono TA 2018-2019 dari danai APBN senilai Rp147 miliar dan dikerjakan oleh PT Usaha Remaja Mandiri (URM), .

"Ada potensi kerugian negara sekitar Rp60 miliar hingga Rp65 miliar dari proyek tersebut," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung Kombes Pol Mestron Siboro didampingi Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, dalam konfrensi pers di Mapolda Lampung, Senin.

Ia menyebutkan untuk menilai jumlah pasti kerugian negara tersebut, Polda Lampung masih menunggu audit BPK Perwakilan Lampung.

Baca juga: Kejati Lampung tetapkan tiga tersangka korupsi pengadaan benih jagung

Menurut dia, pekerjaan pembangunan Jalan Ir. Sutami-Sribawono yang dibiayai APBN dengan anggaran Rp147 miliar lebih itu diduga tidak sesuai kontrak yang telah ditetapkan, sehingga menimbulkan kerugian negara dengan taksiran Rp60 miliar hingga Rp65 miliar.

Hingga saat ini, lanjut Mestron, pihaknya belum menetapkan tersangka pada kasus tersebut, namun ia mengaku sudah mengantongi beberapa nama tersangka yang diduga terlibat dalam kasus ini.

"Dalam waktu dekat akan kami umumkan para tersangkanya," jelas dia.

Baca juga: Komisi III DPR minta Kejati Lampung tindak pelaku penyelewengan bansos

Mestron menjelaskan tersangka akan dijerat Pasal 2 atau 3 UU RI No. 31 Tahun 1999 diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup atau penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun, serta denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

Dalam konferensi pers yang digelar di halaman Polda Lampung, itu Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung berhasil menyita sejumlah barang bukti, yakni uang tunai senilai Rp10 miliar, tiga buah stampel, beberapa dokumen, serta dua buah CPU.

Baca juga: Kejari Metro, Lampung tahan dua tersangka korupsi Pasar Cendrawasih

Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar