Saham Hong Kong naik karena PDB China menandakan pemulihan ekonomi

id Saham Hong Kong,Indeks Hang Seng

Saham Hong Kong naik karena PDB China menandakan pemulihan ekonomi

Perdagangan sore di Bursa Efek Hong Kong. ANTARA/REUTERS/Bobby Yip/am.

Jakarta (ANTARA) - Saham Hong Kong naik hari Jumat dan mengakhiri pekan ini lebih tinggi, didukung oleh data pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) yang kuat yang menunjukkan pemulihan berkelanjutan dalam ekonomi China.

Pada penutupan perdagangan, indeks Hang Seng naik 176,57 poin atau 0,61 persen menjadi 28.969,71. Indeks Hang Seng China Enterprises (HSCE) naik 1,12 persen menjadi 11.027,51.

Sub-indeks energi Hang Seng naik 2,3 persen, sementara sektor TI naik 1,55 persen, sektor keuangan berakhir 0,19 persen lebih rendah dan sektor properti naik 0,11 persen.

Baca juga: Saham Hong Kong dibuka untung, Indeks Hang Seng terkerek 0,12 persen

Selama sepekan ini, indeks HSI naik 0,9 pesen, sementara HSCE menguat 0,5 persen.

Pemulihan ekonomi China meningkat tajam pada kuartal pertama dari kemerosotan akibat virus korona awal tahun lalu, didorong oleh permintaan yang lebih kuat di dalam dan luar negeri serta berlanjutnya dukungan pemerintah untuk perusahaan-perusahaan kecil.

PDB melonjak cetak rekor 18,3 persen pada kuartal pertama dari tahun sebelumnya, data resmi menunjukkan pada hari Jumat, lebih lambat dari perkiraan para ekonom 19 persen dalam jajak pendapat Reuters, dan mengikuti pertumbuhan 6,5 persen pada kuartal keempat tahun lalu.

Baca juga: Saham Hong Kong ditutup rugi, ikuti bursa China daratan

Pasar akan tetap terikat kisaran untuk jangka pendek, karena kebijakan moneter China tetap cukup seimbang sekarang, pialang Sekuritas CITIC (HK) mencatat dalam sebuah laporan.

Di seluruh wilayah, indeks saham MSCI Asia kecuali Jepang menguat 0,47 persen, sedangkan indeks Nikkei Jepang ditutup naik 0,14 persen.

Yuan dikutip pada 6,5225 per dolar AS pada 08:17 GMT, 0,01 persen lebih lemah dari penutupan sebelumnya di 6,5216.

Pada penutupan, saham-A China diperdagangkan dengan premi 32,33 persen dibandingkan saham-H yang terdaftar di Hong Kong.


Pewarta : Biqwanto Situmorang
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar