Wakil Ketua DPR telah usulkan status bencana nasional untuk NTT

id DPR RI,Azis Syamsuddin,bencana alam di NTT

Wakil Ketua DPR telah usulkan status bencana nasional untuk NTT

Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin (kanan) ikut membantu memasak, saat mengunjungi dapur umum, di Desa Oebelo, Kabupaten Kupang, NTT, Minggu (18/4). (DPR RI)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengaku sudah mengusulkan bencana alam yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu, menjadi bencana nasional sehingga diharapkan dapat mempercepat perbaikan hingga pemulihan ekonomi bagi wilayah tersebut.

"Sudah diusulkan (menjadi bencana nasional), ketika itu dengan Pak Melki Laka Lena (Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena) yang merupakan anggota dapil NTT. Sehingga dapat memperbaiki rumah-rumah masyarakat yang hancur dan terciptanya percepatan pemulihan ekonomi kembali," kata Azis Syamsuddin dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Hal itu dikatakannya saat mengunjungi dapur umum, di Desa Oebelo, Kabupaten Kupang, NTT, Minggu (18/4).

Baca juga: DPR minta pemerintah perbaiki bendungan terdampak bencana di NTT
Baca juga: Analisa dan dampak bencana alam di NTT
Baca juga: Gerindra distribusikan logistik untuk korban bencana alam NTT


Azis berharap usulannya tersebut dapat segera dirapatkan dan menjadi ketetapan bersama antara pemerintah dengan DPR RI.

"Nantinya akan di rapatkan di DPR untuk menjadi satu ketetapan antara pemerintah dengan parlemen," ujarnya.

Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Trisakti itu juga menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak, termasuk personil TNI yang dengan sigap mendirikan tenda dan dapur umum bagi para pengungsi korban bencana badai Seroja dan banjir.

Dia menilai tenda tersebut membantu para pengungsi yang rumahnya rusak, hanyut dan alat-alat masaknya hilang.

"Jadi, sementara pemulihan ekonomi oleh pemerintah daerah dan pusat, teman-teman TNI ikut membantu. Kami dari Trisakti membantu, dan pak Melki dari Golkar pun ikut membantu," katanya.


Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar