Polda Metro sita 5,9 kilogram sabu dari kurir narkoba lintas provinsi

id narkoba jakarta

Polda Metro sita 5,9 kilogram sabu dari kurir narkoba lintas provinsi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (tengah) perlihatkan barang bukti sabu-sabu yang dikemas dalam bungkus teh di Polda Metro Jaya, Senin (18/4/2021). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menyita 5,9 kilogram (kg) narkotika jenis sabu-sabu saat dilakukan penangkapan terhadap kurir narkotika lintas provinsi berinisial MZ.

"Tersangka MZ ini memang lintas provinsi, tujuannya ke Jakarta dan mengamankan 5,9 kilogram sabu-sabu saat dilakukan penangkapan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Senin.

Yusri menjelaskan, penangkapan terhadap MZ berawal dari salah satu pengungkapan Ditnarkoba Polda Metro Jaya yang mengarah kepada tersangka NZ yang berada di Riau.

Dia mengatakan penangkapan terhadap MZ dilakukan pada Sabtu (10/4) di wilayah Riau pada sekitar pukul 00.30 WIB.

Baca juga: Polres Jakarta Pusat bekuk kurir 944 butir ekstasi

"Ini hasil pengungkapan kasus yang ada di Jakarta karena ada informasi pelaku di sana akan mengirim ke Jakarta untuk diedarkan di Jakarta," tambahnya.

Tersangka MZ kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan intensif dan muncul pengakuan bahwa dirinya diperintahkan oleh dua orang yang berinisial I dan A.

"Setelah diamankan, keluar dua nama yakni inisial I dan A, dia mengaku bahwa dia yang memerintahkan bahwa dia yang mengirimkan barang itu," ujarnya.

Tidak hanya I dan A, polisi juga tengah mengejar satu pelaku berinisial D yang berhasil kabur saat petugas melakukan penangkapan terhadap MZ.

Baca juga: Pesinetron JS positif konsumsi ganja

Akibat perbuatannya, tersangka MZ kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dijerat dengan Pasal 114 subsider Pasal 112 UU Narkoba dengan ancaman hukuman penjara minimal 6 tahun, maksimal 20 tahun penjara dan atau hukuman mati.

Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar