Dinkes Jakarta Utara bolehkan vaksin anak pembawa lansia

id vaksin jakarta

Dinkes Jakarta Utara bolehkan vaksin anak pembawa lansia

Warga lanjut usia mengikuti vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Kelurahan Petojo, Jakarta, Rabu (14/4/2021).ANTARA FOTO/ Reno Esnir.

Jakarta (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jakarta Utara membolehkan pemberian vaksin untuk anak pembawa orang tua yang lanjut usia (lansia) saat ada program pencegah COVID-19 itu.

"Ini bukan sanksi, malah memberi 'reward' (hadiah) ke anak karena mengizinkan orang tuanya divaksin. Syaratnya anak harus berusia lebih dari 18 tahun," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara dr Yudi Dimyati saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Yudi mengatakan orang tua yang masuk kategori lanjut usia (lansia) kerap menolak mengikuti vaksinasi karena dilarang oleh anak-anak mereka.

Kader kemasyarakatan pun kerap dibuat bingung dengan alasan penolakan ajakan vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bagi warga lanjut usia (lansia) tersebut.

"Jadi vaksinasi saja dahulu dia (anak) yang melarang orang tuanya divaksin. Toh orang tuanya (lansia) sebenarnya sudah mau divaksinasi," kata Yudi yang usai meninjau vaksinasi lansia di Kelurahan Lagoa, Koja, Jakarta Utara, Senin (19/4).

Baca juga: Vaksinasi lansia di Jakarta Utara tetap berlangsung selama Ramadan

Ia mengatakan pemberian vaksinasi kepada anak yang mendampingi orang tua mengikuti vaksinasi itu dibolehkan.

"Sudah ada ketentuan juga setiap pendamping lansia bisa diberikan vaksinasi Covid-19. Jadi anak tersebut bisa divaksinasi," kata Yudi.

Aturan yang dimaksud juga pernah diunggah oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui Instagram pribadinya @aniesbaswedan pada 15 April 2021.

"Bawa dua lansia, hadiah 1 vaksin non-lansia," ujar Anies dalam keterangan gambar yang diunggah pada akun tersebut.

Yudi menilai aturan tersebut dapat menjadi gambaran nyata bahwa vaksinasi COVID-19 yang diberikan aman dan halal.

Baca juga: DKI fasilitasi vaksin bagi pendamping dua lansia yang ikut vaksinasi

"Vaksinasi ini tidak menimbulkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang berarti terhadap peserta yang telah mengikutinya," kata Yudi.

Di lokasi terpisah, Lurah Koja Frimelda Novarita menerangkan seluruh kader kemasyarakatan tak pernah lelah mengajak vaksinasi warga lansia.

Ia menganggap penolakan yang ada saat ini sebagai pemicu untuk terus mengajak dan membujuk warga lansia agar segera mengikuti vaksinasi COVID-19.

"Seluruh kader ini terus berupaya agar seluruh lansia divaksinasi. Penolakan memang ada tapi itu tidak memberhentikan upaya ajakan kami," kata Frimelda.

Baca juga: DKI Jakarta catat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 lansia terbanyak

Pewarta : Abdu Faisal
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar