Putra pertama Scottie Pippen meninggal dunia

id scottie pippen,nba,chicago bulls

Putra pertama Scottie Pippen meninggal dunia

Legenda NBA Scottie Pippen saat menghadiri Kontes Slam Dunk dalam pekan All Star NBA 2020 di United Center, Illinois, pada 15 Februari 2020. (ANTARA/AFP/GETTY IMAGES/Jonathan Daniel)

Jakarta (ANTARA) - Legenda NBA Scottie Pippen pada Senin mengumumkan putra pertamanya, Antron Pippen, meninggal dunia dalam usia 33 tahun.

"Dengan berat hati saya harus mengabarkan bahwa kemarin, saya harus mengucapkan perpisahan kepada putra pertama saya Antron," tulis Pippen dalam unggahan di akun instagram pribadinya, @scottiepippen, pada Senin malam.

"Kami berbagi kecintaan terhadap bola basket dan entah berapa banyak perbincangan soal olahraga ini. Antron menderita asma parah dan jika bukan karena itu, saya percaya dia akan menembus NBA.

"Tapi ia tidak pernah mengecewakan saya, Antron selalu bersikap positif dan bekerja keras, saya bangga kepadanya," tulis Pippen dalam unggahan yang sama.
 

Antron pernah tampil dalam tiga pertandingan untuk klub basket Universitas Texas A&M-International dalam kompetisi NCAA 2008/09.

Baca juga: Scottie Pippen marah pada Michael Jordan akibat 'Last Dance'

Bermain dalam posisi guard, Antron juga sempat memperkuat South Georgia Technical College.

"Seseorang dengan hati yang baik dan jiwa yang bagus pergi terlalu cepat. Aku menyayangimu, Nak, beristirahatlah sampai kita berjumpa lagi," tulis Pippen.

Pippen, yang memiliki enam cincin juara NBA semasa membela Chicago Bulls, punya delapan anak. Putrinya Tyler meninggal hanya sembilan hari setelah lahir pada 1994.

Putra Pippen lainnya, Scottie Pippen Jr., mengajukan diri dalam NBA Draft 2021 yang akan digelar bulan ini, tetapi tetap terbuka dengan opsi kembali memperkuat Universitas Vanderbilt.

Baca juga: LeBron James pecahkan rekor steal NBA
Baca juga: Langgar aturan cedera, San Antonio Spurs didenda 25.000 dolar AS
Baca juga: Ringkasan NBA: Bam Adebayo bawa Heat ungguli Nets

Pewarta : Gilang Galiartha
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar