PLN pulihkan listrik 153 desa terdampak Seroja di Sumba

id NTT,Pulau Sumba,PLN,PLN UIW NTT,PLN UP3 Sumba,pemulihan listrik,dampak Seroja

PLN pulihkan listrik 153 desa terdampak Seroja di Sumba

Sejumlah petugas menggunakan peralatan untuk meperbaiki tiang listrik yang roboh akibat badai siklon tropis Seroja di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, Senin (19/4/2021). ANTARA/HO-PLN UP3 Sumba.

Kupang (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur memulihkan pasokan listrik bagi sebanyak 153 desa di Pulau Sumba yang rusak akibat dampak badai siklon tropis Seroja.

"Hingga 20 April ada 153 desa yang sudah kami nyalakan kembali dengan total sekitar 33.200 pelanggan," kata Manajer PLN Unit Layanan Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumba Made Hary ketika dihubungi dari Kupang, Rabu.

PLN UP3 Sumba mencatat dampak badai siklon tropis Seroja pada 5 April lalu mengakibatkan sebanyak 321 unit gardu yang tersebar di Pulau Sumba rusak.

Baca juga: Pemulihan listrik akibat bencana di NTT capai 93,4 persen

Kerusakan ini berdampak pada padamnya listrik bagi sebanyak 35.738 pelanggan yang tersebar di 164 desa.

Hary mengatakan pihaknya langsung membentuk tim recovery pascabadai Seroja untuk bergerak melakukan upaya pemulihan pasokan listrik.

"Pasokan listrik mulai pulih secara bertahap. Sejak h+1 badai pasokan listrik untuk 74 desa bisa dinyalahkan dan hingga saat ini sudah 153 desa," katanya.

Baca juga: PLN: pasokan listrik di Pulau Timor sudah pulih

Ia mengatakan penormalan pasokan listrik masih terus diupayakan di lapangan karena masih belasan desa yang masih padam sejak badai Seroja.

Hal ini disebabkan desa-desa tersebut terkena dampak lebih parah seperti akses jalan yang terputus dan berlumpur, serta tiang dan jaringan PLN tumbang terseret banjir seperti di wilayah Kamanggi, Tabundung, Waijelu, dan sebagian Melolo.

"Kami maksimalkan pada April ini sistem kelistrikan di Pulau Sumba bisa pulih semua. Mohon dukungan masyarakat agar ini bisa berjalan baik dan lancar di lapangan," katanya.

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar