Dishub Depok amati pergerakan penumpang bus di Terminal Jatijajar

id dishub depok,mudik lebaran ,terminal jatijajar,pemkot depok

Dishub Depok amati pergerakan penumpang bus di Terminal Jatijajar

Kepala Dishub Kota Depok, Dadang Wihana (ANTARA/Foto: Feru Lantara)

Depok (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok melakukan monitoring aktivitas penumpang bus di Terminal Jatijajar sebagai langkah pengawasan untuk mengantisipasi adanya lonjakan penumpang bus AKAP (antarkota antarprovinsi) dan AKDP (antarkota dalam provinsi).

Kepala Dishub Kota Depok Dadang Wihana dalam keterangannya di Depok, Jumat mengatakan hingga kini belum ada lonjakan penumpang sejak awal bulan Ramadhan di Terminal Jatijajar. Untuk terminal tersebut meski berada di Kota Depok, namun pengelolaan berada di Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Baca juga: Riza: Penutupan terminal bus AKAP untuk kurangi mobilitas warga

"Kami terus berkoordinasi mengamati pergerakan penumpang bus. Berdasarkan pengamatan tidak ada lonjakan, setiap bus yang beroperasi berpenumpang 10 orang," katanya.

Dikatakan Dadang, aktivitas di Terminal Jatijajar masih sama dengan sebelum Ramadan. Jika dikalkulasi terdapat kurang lebih 300 penumpang bus setiap harinya.

Baca juga: DKI tutup seluruh terminal bus AKAP selama larangan mudik

"Monitoring dilakukan mengingat ada kebijakan larangan mudik dari pemerintah pusat menjelang lebaran 2021. Di tingkat kota tentunya harus mengikuti dan terus memberikan sosialisasi ke masyarakat,” katanya.

Dadang mengatakan larangan mudik pada dasarnya sangat baik sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Maka diharapkan seluruh masyarakat Depok bisa menaati kebijakan pusat tersebut.

Baca juga: GeNose bakal disediakan di Terminal Pasar Minggu Jakarta Selatan

"Kami masih menunggu kebijakan serta pelaksanaannya dari pemerintah pusat. Perlu diingat, bahwa pandemi masih terjadi di semua wilayah. Tentunya harus mengurangi mobilisasi salah satunya mudik," ujarnya.

Pewarta : Feru Lantara
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar