Pulang dari Malaysia lewat Badau dua PMI positif COVID-19

id Dua warga Indonesia dari Malaysia positif COVID-19

Pulang dari Malaysia lewat Badau dua PMI positif COVID-19

Sebanyak 53 orang pahlawan devisa atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang bekerja di Negara Malaysia dipulangkan, karena telah habis masa kontraknya dan dampak pandemi COVID-19. ANTARA/dokumen.

Putussibau, Kapuas Hulu (ANTARA) -
Dua orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dipulangkan pemerintah Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau perbatasan Indonesia-Malaysia di wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat dinyatakan positif COVID-19.
 
"Dua orang PMI yang dipulangkan melalui PLBN Badau itu positif COVID-19, sesuai pemeriksaan swab dan saat ini keduanya sedang menjalani isolasi di Rumah Sakit Bergerak Badau," kata Ketua Satgas COVID-19 khusus perbatasan PLBN Badau Agato Limbat saat dihubungi ANTARA di Putussibau Ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu, Sabtu.
 
Disampaikan Agato, sebagai antisipasi kepulangan PMI melalui jalur PLBN Badau, telah disiapkan ruangan untuk isolasi atau karantina.
 
Disampaikan dia, setiap warga negara Indonesia yang pulang dari Malaysia melalui PLBN terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan.
 
"Jadi kemarin kita temukan dua orang PMI itu positif COVID-19, langsung kami karantina dan saat ini di Rumah Sakit Bergerak Badau," jelas Agato.
 
Agato menyebutkan sejak 20 Maret hingga 21 April 2021, ada 35 orang PMI yang pulang melalui PLBN Nanga Badau.
 
"Masih ada 20 orang yang menjalani masa karantina dan dua orang di karantina di Rumah Sakit Bergerak Badau karena dinyatakan positif COVID-19," kata Agato yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang PLBN Nanga Badau.
Baca juga: Pekerja Migran Indonesia positif COVID-19 menjadi 1.174 orang
Baca juga: Gubernur Khofifah beri kelonggaran buruh migran-santri mudik lebaran
Baca juga: AOMI dampingi pemulangan 1.000 PMI Malaysia selama Ramadhan

Pewarta : Teofilusianto Timotius
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar