Polres Lampung Timur memperketat penjagaan akses jalur tikus

id polres lampung timur, mudik lebaran, akses jalur tikus, lampung timur

Polres Lampung Timur memperketat penjagaan akses jalur tikus

Ilustrasi jalan di Lampung Timur (ANTARA/M Misaf Khandiasih)

Lampung Timur (ANTARA) - Polres Lampung Timur memperketat penjagaan akses jalur tikus yang berpotensi dilalui para pemudik, sehubungan penerapan kebijakan larangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021.

Kasat Lantas Polres Lampung Timur AKP I Wayan Budiarta, di Sukadana, Lampung Timur, Senin, mengatakan sejumlah personel akan berjaga di lima titik akses jalur tikus yang berpotensi disusupi pemudik.

"Pelaksanaan di Lampung Timur, giatnya jika pemudik lolos dari Sumsel ke Bakauheni, akan kami sekat di Pos Pam Way Bungur, begitu juga sebaliknya, disekat pada Pos Pam Pasir Sakti," kata Wayan Budiarta.

Selain itu, lokasi titik pos penjagaan di Lampung Timur terdapat di Sribhawono, Pekalongan, dan Labuhan Ratu.

Menurut pantauan, terdapat beberapa kemungkinan akses yang dilewati pemudik, di antaranya perbatasan Ka bupaten Lampung Timur-Lampung Tengah dan perbatasan Lampung Timur-Lampung Selatan, tepatnya di Kecamatan Pekalongan dan Batanghari.

Warga setempat, Ardi (30) mengatakan, akses tersebut kerap dilalui pengendara ketika macet dan menghindari razia.

"Jalur itu memang sering menjadi alternatif menghindari razia polisi, macet dan akses menuju ke Metro, tidak hanya saat mudik," kata Ardi.

Titik akses jalur tikus lainnya di perbatasan Lampung Timur-Lampung Selatan, Jembatan Kembar, Dusun Pematang Gadung, Desa Labuhan Ratu, Kecamatan Pasir Sakti.

Kanit Lantas Polsek Pasir Sakti Bripka Fian mengatakan, akses tersebut merupakan satu-satunya jalan penghubung antara Lampung Timur dan Lampung Selatan.

"Hanya itu jalan masuk ke Lampung Timur dari Lampung Selatan. Di sana salah satu lokasi pos penjagaan mudik," katanya pula.
Baca juga: Kendaraan mulai ramai di Jalinpantim Lampung
Baca juga: Arus balik masih ramai di Jalan Lintas Timur Lampung

Pewarta : Agus Wira Sukarta dan M Misaf Khandiasih
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar