Airlangga ajak universitas bersinergi tingkatkan daya saing investasi

id daya saing investasi,menko airlangga

Airlangga ajak universitas bersinergi tingkatkan daya saing investasi

Menteri Koordinator (Memko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian/pri. (ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian)

JAKARTA (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak perguruan tinggi untuk bersinergi dengan pemerintah untuk meningkatkan daya saing investasi.

“Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama mewujudkan pemulihan ekonomi melalui sinergi dan koordinasi yang baik antara pemerintah dan perguruan tinggi, terutama dibidang peningkatan daya saing investasi,” kata Menko Airlangga saat membuka seminar nasional transformasi ekonomi yang diadakan Universitas Sriwijaya, Kamis.

Menko Airlangga mengatakan, penanganan pandemi yang diupayakan pemerintah dan didukung masyarakat mulai menunjukkan hasil yang semakin baik. Tercatat tren harian kasus COVID-19 secara nasional terus menurun dengan persentasi kasus aktif yang lebih rendah dibandingkan global, begitu juga dengan tingkat kesembuhan yang juga lebih baik dari global.

Percepatan vaksinasi juga terus diupayakan pemerintah untuk mencapai target 500 ribu dosis perhari, di mana hingga 27 April sebanyak 19,1 juta dosis vaksin telah disuntikkan.

Baca juga: Kadin soroti banyaknya aturan hambat investasi

Seiring dengan penangan pandemi COVID-19 yang semakin membaik, Menko Airlangga optimistis ekonomi Indonesia akan membaik.

“Ekonomi Indonesia juga diprediksi rebound di tahun 2021 dan diproyeksikan ekonomi kita akan tumbuh di 4,5 sampai 5,3 persen di tahun 2021 dan 5,4 sampai 6 persen di tahun 2022,” ujar Menko Airlangga.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut, pemerintah melakukan reformasi struktural yang akan menjadi faktor pendongkrak ekonomi untuk jangka menengah dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk pemulihan jangka pendek dengan anggara Rp699,43 triliun dan realisasi hingga April telah mencapai Rp134,07 triliun atau 19,2 persen dari pagu.

Pemulihan ekonomi, jelas Airlangga, sedang berlangsung dan tercermin dari berbagai lini indikator yang menunjukkan perbaikan dari sisi konsumsi, indeks keyakinan konsumen, penjualan ritel, hingga penjualan kendaraan bermotor yang meningkat 28 persen pada Maret seiring dengan insentif PPnBM.

Baca juga: RCEP buka peluang datangkan investasi ke Indonesia

Begitu juga dengan kegiatan dunia usaha yang telah berada di level positif dan diproyeksikan meningkat di triwulan kedua 2021.

“Indeks PMI juga terus berada di sektor ekspansif, sementara di sektor ekspor dan impor bahan baku dan modal juga menunjukkan peningkatan dan ini menunjukkan geliat dunia usaha yang sudah mendekati pulih,” jelas Airlangga.

Begitu juga dengan belanja masyarakat yang meningkat tajan di bulan April sebesar 32,48 persen (yoy) dan penerimaan industri yang meningkat dengan mencetak pertumbuhan 10,26 persen (yoy).

Selain itu, sebagai upaya untuk keluar dari middle income trap pada 2045, pemerintah juga menjalankan transformasi struktural dengan meningkatkan investasi dan akselerasi pertumbuhan ekonomi melalui pengesahan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“UU Cipta Kerja dan peraturan pelaksanannya mendapatkan apresiasi positif dari berbagai lembaga internasional dan pemerintah menerapkan peraturan menteri dan K/L sebagai pedoman pelaksanaan teknis dan diharapkan sistem online single submission akan beroperasional pada bulan Juli 2021,” ujar Airlangga.


Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar