Wakil Ketua DPR minta perusahaan ikutkan karyawan vaksin Gotong Royong

id DPR RI,Muhaimin Iskandar,PKB

Wakil Ketua DPR minta perusahaan ikutkan karyawan vaksin Gotong Royong

Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI. ANTARA/HO/Dokumentasi Muhaimin Iskandar.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI berharap semua perusahaan bisa mendaftarkan karyawannya untuk dilakukan Vaksinasi Mandiri atau Gotong Royong, karena diperlukan sebagai upaya untuk menanggulangi pandemi COVID-19.

Dia menilai, selama ini banyak kasus penyebaran COVID-19 dalam klaster perusahaan, karena itu Vaksinasi Mandiri diharapkan bisa mencegah terjadinya penularan kasus di lingkup perusahaan dan keluarga karyawan.

"Banyak klaster perusahaan dalam penularan COVID-19, hal itu juga menyebabkan kerugian bagi perusahaan itu sendiri. Untuk mencegah penularan di lingkup perusahaan, maka Vaksinasi Mandiri sangat membantu mencegah terjadinya penularan," kata Muhaimin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan, Vaksinasi Mandiri merupakan wujud kontribusi pihak swasta atau perusahaan dalam mempercepat dan memperluas jangkauan vaksinasi nasional yang digagas pemerintah.

Ketua Tim Pengawasan Penanganan Bencana COVID-19 DPR itu menilai, kalau semua bergantung kepada pemerintah dalam vaksinasi, tentu akan berat karena itu pentingnya gotong royong.

"Perusahaan yang selama ini sudah mendapatkan input dari para karyawan, sudah seharusnya memberikan servis, dalam hal ini layanan kesehatan kepada para karyawannya," ujarnya.

Gus AMI menjelaskan, mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19, Vaksinasi Gotong Royong atau Mandiri bisa diikuti semua badan hukum/badan usaha.

Karena itu, menurut dia, karyawan/karyawati, keluarga, dan individu lain terkait dalam keluarga bisa diikutsertakan dalam program Vaksinasi Mandiri tersebut.

Ketua Umum DPP PKB tersebut menilai, keterlibatan pihak swasta dalam vaksinasi akan mempercepat capaian target vaksinasi nasional, sehingga pandemi COVID-19 diharapkan bisa semakin cepat diatasi.

Dia menilai, sejauh ini program vaksinasi COVID-19 masih jauh dari target capaian, karena mengacu pada data Dashboard Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan per hari Selasa, capaian vaksinasi masih cukup jauh dari target sasaran.

"Dari total target sasaran sebanyak 40.349.049 orang yang meliputi tenaga kesehatan, lanjut usia, dan petugas publik, untuk vaksinasi dosis I baru tercapai 34,58 persen atau setara 13.951.975 orang. Sementara untuk vaksinasi dosis 2 baru tercapai 22,92 persen atau setara 9.247.600 penerima," katanya pula.

Dia menilai, semakin cepat proses vaksinasi dilakukan, diharapkan pandemi COVID-19 segera berakhir.
Baca juga: Gus AMI minta semua pihak antisipasi potensi COVID-19 usai Lebaran
Baca juga: Gus AMI: PKB tetap lanjutkan gerakan sosial bagi terdampak pandemi


Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar