Palembang perpanjang PPKM skala mikro hingga 31 Mei

id Ppkm palembang, ppkm mikro, COVID-19 palembang, prokes palembang,Wako palembang, posko ppkm palembang,Rsud bari palembang

Palembang perpanjang PPKM skala mikro hingga 31 Mei

Wali Kota Palembang Harnojoyo saat meninjau Posko PPKM di Kelurahan Sukajaya, Kamis (20/5). ANTARA/Aziz Munajar

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro hingga 31 Mei 2021 setelah PPKM sebelumnya telah berakhir pada 17 Mei, untuk menjaga momentum tren penurunan kasus COVID-19.

Wali Kota Palembang Harnojoyo, Kamis, mengatakan pasca momen Idul Fitri terjadi penurunan grafik kasus positif dan aktif meski saat ini wilayahnya masih berada di zona merah COVID-19.

"Posko PPKM di 107 kelurahan akan terus dilaksanakan, 3T juga terus dioptimalkan," ujarnya.

Perpanjangan PPKM mikro itu berlaku untuk 107 kelurahan di 18 kecamatan, perpanjangan periode PPKM tersebut merupakan yang kelima kalinya sejak periode 6-19 April, 19-26 April, 26 April-4 Mei dan 4-17 Mei 2021.

Selama periode tersebut kasus positif di Palembang mengalami lonjakan sampai seluruh kecamatan masuk zona merah COVID-19.

Baca juga: Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel nilai Kota Palembang perlu jam malam
Baca juga: Sekda Palembang: Kasus COVID-19 meningkat setelah Lebaran


Oleh karena itu pada perpanjangan PPKM kali ini Harno meminta tim gabungan di seluruh posko PPKM mikro lebih keras menggencarkan upaya pencegahan COVID-19 terhadap masyarakat terutama kepatuhan menggunakan masker yang dinilai mulai berkurang.

Bahkan ia meminta para petugas rutin melaksanakan razia di jalanan untuk menjaring masyarakat yang tidak menggunakan masker karena sanksi-sanksi terkait prokes di dalam perwali masih berlaku.

Pencegahan harus digencarkan karena pihaknya juga tengah mengoptimalkan upaya penanganan di rumah sakit agar kasus aktif dan meninggal menurun serta kasus sembuh meningkat.

Salah satunya dengan menambah 64 unit tempat tidur di RSUD Bari Palembang dengan alokasi anggaran mencapai Rp13 miliar untuk menambah jumlah ketersediaan menjadi 106 unit tempat tidur.

"Kami mengupayakan tingkat keterisian tempat tidur (BOR) COVID-19 di Palembang bisa di bawah 50 persen, sekarang posisinya masih 53 persen," kata dia

Harno juga mengimbau masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan agar berbagai kegiatan ekonomi yang sudah dibuka menjadi tetap aman dan tidak menimbulkan klaster baru.

Baca juga: Masih pandemi, Benteng Kuto Besak Palembang dipadati ribuan pengunjung
Baca juga: Pemakaman khusus COVID-19 di Palembang terisi 15 persen

Pewarta : Aziz Munajar
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar