Delapan desa di Sembakung lumpuh akibat banjir

id Banjir sembakung

Delapan desa di Sembakung lumpuh akibat banjir

Warga yang mengendarai sepeda motor melintasi jalan yang terendam banjir di Kecamatan Sembakung. ANTARA/Iskandar Zulkarnaen

Tanjung Selor (ANTARA) - Delapan desa di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, lumpuh akibat banjir, karena ratusan rumah dan fasiltas umum terendam air, Rabu.

Camat Sembakung saat dihubungi dari Tanjung Selor membenarkan banjir kini melumpuhkan aktifitas warga akibat air merendam tidak hanya rumah penduduk namun fasilitas umum.

Baca juga: Ratusan rumah warga terendam banjir di lima kecamatan di Nunukan

"Banjir juga merendam fasilitas sosial dan fasilitas pemerintah, di antaranya perkantoran, fasilitas kesehatan dan fasilitas pendidikan," katanya.

Banjir terjadi akibat tingginya curah dan itensitas hujan sejak sepekan terakhir.

Ketinggian air sungai hari ini mencapai level 4,67 meter atau naik 22 cm ketimbang kemarin.

Baca juga: Tanjung Selor dikhawatirkan terima banjir kiriman dari pedalaman besok

Delapan desa tersebut adalah Desa Butas Bagu, Lubuk, Pagar, Tujung (Kampung Lama), Manuk Bungkul, Atap, Lubakan dan Desa Tagul.

Air Sungai Sembakung mulai meluap sejak 20 Mei 2021 dan kini telah merendam 328 rumah warga.

Jumlah warga yang terdampak banjir mencapai 440 kepala keluarga atau 1.568 jiwa.

Baca juga: Pedalaman Sungai Kayan Kabupaten Malinau banjir

"Kami bersama aparat kepolisian dan TNI, UPT BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Kampung Siaga Bencana (KSB), Desa Tangguh Bencana (Destana) dan relawan terus siaga di Posko banjir," katanya.

Mereka kini terus memonitoring, mendata dan terus berkoordinasi.

"Juga mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai banjir kemungkinan terus meluas," katanya

Pihaknya mengeluarkan imbauan karena sampai Rabu petang ketinggian air sungai terus naik.

Selain itu, pihaknya juga kini terus membenahi jalan atau jembatan alternatif guna menghindari kawasan yang terendam cukup dalam.

Pewarta : Iskandar Zulkarnaen
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar