Wamenag minta pesantren perketat protokol kesehatan usai libur Lebaran

id wamenag,covid-19,protokol kesehatan,pesantren

Wamenag minta pesantren perketat protokol kesehatan usai libur Lebaran

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi. ANTARA/Asep Firmansyah/am.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Saadi berharap pesantren dapat memperketat protokol kesehatan sebagai antisipasi berdatangannya para santri yang kembali usai libur Lebaran.

"Sebagai langkah antisipasi, pesantren diharapkan memperketat protokol kesehatan berkenaan dengan kedatangan para santri dari berbagai daerah. Jangan lupa berkoordinasi dengan gugus tugas pencegahan penyebaran COVID-19 setempat," kata Wamenag Zainut Tauhid Saadi dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Pesantren perlu memperketat penerapan protokol kesehatan untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran COVID-19. Sebab, dari pengalaman sebelumnya kondisi setelah liburan biasanya diikuti dengan peningkatan potensi penyebaran COVID-19.

Zainut terutama meminta pesantren yang berada di daerah yang ditetapkan Satgas Penanganan COVID-19 sebagai zona merah untuk lebih waspada. Serta jika memang diperlukan dapat menunda rencana kegiatan belajar mengajar sebagai langkah antisipasi.

Baca juga: Mencegah COVID-19 di pesantren
Baca juga: Anggota DPR: Santri harus dinyatakan negatif COVID-19 sebelum pulang


Langkah antisipasi itu perlu diperlukan mengingat Indonesia masih mencatatkan penambahan kasus COVID-19 yang cukup signifikan dengan sejumlah daerah mengalami peningkatan kasus harian.

Sebagai informasi pada hari ini Satgas Penanganan COVID-19 mencatatkan penambahan kasus sebanyak 7.725 orang, disertai dengan bertambahnya pasien sembuh sebanyak 5.883 orang dan 170 orang meninggal dunia.

"Ini perlu menjadi perhatian bersama, tidak terkecuali para santri dan pondok pesantren. Kita tentu tidak berharap muncul kembali klaster di pondok pesantren. Hal ini harus diantisipasi sejak awal," ujarnya.

Karena itu dia meminta seluruh jajaran Kementerian Agama di daerah untuk proaktif melakukan pembinaan dalam penerapan protokol kesehatan di pesantren.

Baca juga: 37 santri di pondok pesantren Solo terpapar COVID-19
Baca juga: 104 santri-pengasuh dua ponpes di Indramayu-Jabar positif COVID-19
Baca juga: Cegah penularan, Pesantren Benda di Tasikmalaya-Jabar ditutup

 

Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar