Menteri Sosial luncurkan Sentra Kreasi Atensi di Bogor

id Menteri sosial, tri rismaharini, balai rehabilitasi, sentra kreasi atensi

Menteri Sosial luncurkan Sentra Kreasi Atensi di Bogor

Menteri Sosial Tri Rismaharini saat meluncurkan Sentra Kreasi Atensi di Balai Disabilitas Ciungwanara, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/6/2021). (ANTARA/HO-Pemkab Bogor)

Cibinong, Bogor (ANTARA) - Menteri Sosial Tri Rismaharini meluncurkan Sentra Kreasi Atensi (Asistensi Rehabilitasi Sosial) sebagai media promosi hasil penerima manfaat di Balai Disabilitas Ciungwanara, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu.

"Yang dulunya hanya untuk melatih atau merehabilitasi itu saja, sekarang engga, konsep kita sampai mereka berdaya. Bentuknya macam-macam, ada yang tadi musik, batik, makanan," kata Risma kepada wartawan usai peresmian.

Mantan Wali Kota Surabaya itu menyebutkan bahwa sentra kreasi tersebut menjadi wadah pemasaran produk-produk para penerima manfaat Balai Disabilitas, sebelum benar-benar mandiri.

"Produk ini pembelinya dari luar, makanya saya resmikan kemudian masyarakat bisa lihat. Mereka bisa jualan di sini sambil nanti menunggu benar-benar bisa berdaya," kata Risma.

Baca juga: Risma minta Kemensos prioritaskan layanan pada gelandangan hingga ODGJ

Baca juga: Risma tegaskan tak pilih-pilih dalam penyaluran bantuan bencana


Menurut dia, meski di lokasi balai tersebut bertambah satu fungsi, tapi tetap menjalani fungsinya dalam melatih penyandang disabilitas dalam melakukan pengemasan hingga pemasaran produk-produk sendiri.

Sementara itu, Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Ciungwanara, Siti Sari Rumayanti menyebutkan bahwa Sentra Kreasi ATENSI tidak hanya menjadi wadah pemasaran produk penerima manfaat dari Balai Rehabilitasi di Bogor, melainkan balai-balai serupa di wilayah Jabodetabek.

"Ada dari Temanggung juga masuk, Batik Ciprat, kalau kami kan Batik Ciwitan yang tadi dipakai Bu Menteri (Risma)," ujarnya.

Sari menyebutkan bahwa tak sedikit mantan penermia manfaat dari Balai Rehabilitasi Sosial Ciungwanara yang kini sudah memiliki usaha tetap, seperti industri rumahan makanan beku hingga usaha makanan tradisional bernama cilok.

"Produksinya tidak hanya di balai, karena ada beberapa mantan PM (pemerima manfaat) kami ternyata punya usaha di luar seperti frozen food, bikin home industri sendiri. Tadi juga ada cilok juga," kata Sari.

Baca juga: Kemensos siapkan 490 kursi roda dan tongkat sensor untuk disabilitas

Baca juga: Mensos teken nota kesepahaman dengan komunitas guna percepatan bantuan

Pewarta : M Fikri Setiawan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar