Penerbangan Selandia Baru-Australia terbitkan peringatan COVID-19

id Australia,Selandia Baru,penerbangan,COVID-19,gelembung perjalanan

Penerbangan Selandia Baru-Australia terbitkan peringatan COVID-19

Arsip foto - Antrean penumpang yang berusaha berangkat dari Terminal Bandara Dalam Negeri Sydney di Sydney, Australia, Jumat (18/12/2020). ANTARA /REUTERS/AAP Image/Dean Lewins/rwa/cfo.

Sydney (ANTARA) - Para penumpang dalam dua penerbangan antara Australia dan Selandia Baru telah diperintahkan untuk segera menjalani isolasi dan tes COVID-19 setelah pihak berwenang menemukan seorang penumpang positif COVID di Sydney setelah mengunjungi Wellington.

Kasus tersebut menambah wabah virus corona yang berkembang di Sydney serta mendorong pihak berwenang Selandia Baru menangguhkan perjalanan bebas karantina ke dan dari Negara Bagian New South Wales.

Penangguhan itu diberlakukan selama tiga hari, mulai Selasa (22/6) tengah malam.

Penerbangan Qantas ke Wellington pada Jumat dan Air New Zealand ke Sydney pada Senin (21/6) ditambahkan ke daftar "titik panas" virus. Daftar itu dibuat oleh otoritas Australia.

Baca juga: New South Wales Australia perluas penggunaan masker
Baca juga: PM Australia berikan lebih banyak dosis vaksin COVID ke negara bagian


Daftar tersebut belakangan ini bertambah setelah 21 infeksi ditemukan selama enam hari terakhir di New South Wales, negara bagian terpadat di Australia.

Penggunaan masker dalam ruangan telah diwajibkan di semua lokasi di ibu kota negara bagian, Sydney, dalam upaya membendung varian Delta.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan Delta sebagai salah satu dari empat varian COVID-19 yang menjadi kekhawatiran.

Kasus penumpang --yang ditemukan positif COVID-- itu juga telah mendorong pejabat kesehatan Selandia Baru untuk mempertimbangkan pemberlakuan karantina wilayah di Wellington. Otoritas mengatakan orang tersebut kemungkinan sempat mengunjungi beberapa lokasi wisata populer di kota itu.

Selandia Baru dan Australia pada April membuka "gelembung perjalanan", yang beberapa kali mengalami penangguhan sejak sejumlah kecil kasus COVID muncul lagi di Australia.

Australia dan Selandia Baru selama ini berhasil menjaga angka COVID-19 relatif rendah berkat penerapan karantina wilayah secara cepat, pembatasan sosial yang ketat, serta pelacakan kontak yang dilakukan segera.

Selandia Baru terakhir kali melaporkan kasus COVID-19 yang muncul secara lokal pada Februari, sementara Australia juga sempat mengalami wabah sporadis.

Australia telah melaporkan lebih dari 30.350 kasus dan 910 kematian sejak pandemi corona mulai merebak, sementara Selandia Baru mencatat lebih dari 2.300 kasus yang dikonfirmasi beserta 26 kematian.

Sumber: Reuters

Baca juga: PM Ardern mendapat suntikan vaksin COVID-19 tanpa rasa sakit
Baca juga: Selandia Baru jabarkan rencana vaksinasi COVID-19

Pewarta : Tia Mutiasari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar