KKP kembangkan Akademi Komunitas Kelautan Perikanan di Sulawesi Tengah

id sdm kelautan,satuan pendidikan kkp,akademi komunitas kelautan perikanan,kkp

KKP kembangkan Akademi Komunitas Kelautan Perikanan di Sulawesi Tengah

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) KKP Sjarief Widjaja. ANTARA/HO-KKP.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan satuan pendidikan rintisan Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) KKP Sjarief Widjaja dalam siaran pers di Jakarta, Rabu, menyatakan bahwa pendidikan rintisan yang lokasi persisnya berada  di Pantai Mosing, Desa Sinei, tersebut saat ini dipakai sebagai kegiatan praktik oleh para taruna satuan pendidikan tinggi KKP.

"(Kegiatan praktik) khususnya yang berasal dari Sulteng dan sekitarnya, yang sedang menempuh pendidikan di Politeknik Kelautan dan Perikanan (Politeknik KP) Bitung, Sulawesi Utara, dan Politeknik KP Bone, Sulawesi Selatan," ucapnya.

Baca juga: Pengamat: Target latih 1.290 wirausahawan baru, KKP harus sasar UMKM

Untuk meninjau tempat praktik tersebut dan usulan calon lahan untuk akademi komunitas, Kepala BRSDM Sjarief Widjaja beserta jajarannya juga telah melakukan Kunjungan Kerja ke Parigi Moutong, Sulteng, 19 Juni 2021.

Pada kesempatan tersebut, Sjarief menjelaskan KKP memiliki berbagai kegiatan prioritas yang menjadi terobosan utama, yang perlu didukung oleh pengembangan riset kelautan dan perikanan.

Untuk itu, ujar Kepala BRSDM, diperlukan penyiapan SDM yang unggul, salah satunya melalui pendidikan.

Ia mengungkapkan bahwa satuan pendidikan KKP menggunakan sistem pendidikan vokasi dengan pendekatan teaching factory, di mana porsi praktiknya mencapai 70 persen, sementara teori sebesar 30 persen.

“Sekolah kami itu sekolah praktik, 30 persen di kelas, 70 persen di lapangan. Jadi kalau Bapak, Ibu lihat sekolah kami kelasnya sedikit, tapi lainnya adalah pabrik-pabrik yang istilah kami teaching factory, termasuk tambak, pabrik pengolahan, dan lain-lain," paparnya.

Baca juga: KKP sebut rekrutmen penyuluh perikanan mengacu panduan KemenPAN RB

Mengenai peserta didiknya, Sjarief menuturkan bahwa untuk anak pelaku utama dan usaha kelautan dan perikanan, seperti nelayan, pembudi daya, pengolah dan pemasar ikan, serta petambak garam, diberikan kuota khusus.

Bahkan, lanjutnya, dalam rangka mendukung program prioritas yang menjadi terobosan utama KKP Tahun 2021-2024, pihaknya meningkatkan kuota bagi anak-anak tersebut dari 50 persen menjadi 75 persen untuk menempuh studi di satuan pendidikan KKP.

Dia menambahkan kerja sama BRSDM dengan Pemkab Parigi Moutong sudah dirintis sejak 2012. Pada Tahun akademik 2020/2021, jumlah peserta didik yang berasal dari Kabupaten Parigi Moutong di satuan Pendidikan KKP sebanyak 140 orang, terdiri dari Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta sebanyak 24 orang, Politeknik KP Bitung sebanyak 87 orang, Politeknik KP Sidoarjo sebanyak 17 orang, dan Politeknik Bone sebanyak 12 orang.

Satuan pendidikan KKP tersebar di berbagai daerah di Indonesia, yaitu 1 Politeknik Ahli Usaha Perikanan (Kampus Jakarta, Bogor, dan Serang); 9 Politeknik KP di Pangandaran, Karawang, Sidoarjo, Bitung, Sorong, Kupang, Bone, Dumai, dan Jembrana; 1 Akademi Komunitas di Wakatobi; serta 9 Sekolah Usaha Perikanan Menengah di Aceh, Tegal, Lampung, Pariaman, Pontianak, Bone, Ambon, Sorong, dan Kupang.

Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar