Warga adat Raja Ampat sepakat lindungi pantai penetasan telur penyu

id Papua Barat,penyu,Raja Ampat,warga adat, Distrik Waigeo Timur

Warga adat Raja Ampat sepakat lindungi pantai penetasan telur penyu

Wakil Bupati Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Orideko Iriano Burdam bersama rombongan saat melepas tukik (anak penyu), Kamis (1/7/2021) di Pantai Warebar. (FOTO ANTARA/Ernes Broning Kakisina)

Sorong (ANTARA) - Masyarakat adat di Kampung Yenbekaki, Distrik Waigeo Timur, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat sepakat melindungi Pantai Warebar yang merupakan tempat penetasan dan pendaratan bertelur penyu, terutama penyu belimbing yang hampir punah.

Kesepakatan perlindungan Pantai Warebar oleh masyarakat adat Kampung Yenbekaki itu dinyatakan dalam deklarasi adat yang disaksikan Wakil Bupati (Wabup) Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, Kamis, di Waisai, Ibu Kota Kabupaten Raja Ampat.

Wabup memberikan apresiasi atas deklarasi pengukuhan perlindungan Pantai Warebar sebagai kawasan konservasi penyu oleh masyarakat adat Kampung Yenbekaki.

Dia mengatakan bahwa seluruh kawasan di Raja Ampat memiliki potensi sumber daya laut yang sangat tinggi sehingga harus dijaga kelestariannya.

Menurut dia, pemanfaatan sumber daya alam, terutama sumber daya kelautan di Raja Ampat, semakin meningkat dan hal tersebut dirasakan beberapa tahun terakhir ini.

Baca juga: Masyarakat Raja Ampat lindungi puluhan sarang penyu

Baca juga: 301 tukik dilepas masyarakat adat Manokwari-Papua Barat ke laut


Karena itu, kata dia, jika dibiarkan maka akan mengganggu keseimbangan lingkungan dan pada akhirnya akan berdampak pada turunnya kualitas sumber daya alam.

"Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada masyarakat adat Kampung Yenbekaki yang didampingi Yayasan Penyu Papua yang berkomitmen melindungi penyu di Raja Ampat," katanya.

"Semoga komitmen perlindungan kawasan Pantai Warebar merupakan investasi kekayaan alam bagi anak-anak cucu di masa depan," kata Orideko Iriano Burdam.

Ketua Dewan Adat Suku Maya Raja Ampat, Kristian Tebu yang memberikan keterangan terpisah mengharapkan bahwa masyarakat harus komitmen dengan apa yang telah dideklarasikan perlindungan Pantai Warebar.

"Kami juga berharap kepada pemerintah daerah agar mendukung upaya perlindungan penyu oleh masyarakat Yenbekaki. Bila perlu ada regulasi yang mendukung perlindungan Pantai Warebar," katanya.

Baca juga: Lima penyu raksasa mendarat bertelur di Raja Ampat

Baca juga: Lima penyu belimbing bertelur di Raja Ampat

Baca juga: Penyu raksasa Papua Barat terancam punah

Baca juga: Penyu sitaan Polair Polda Papua Barat dilepas ke laut

Pewarta : Ernes Broning Kakisina
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar