Kemarin, Kemenhub perketat perjalanan hingga turunnya pengunjung pasar

id berita kemarin,kemenhub,pasar

Kemarin, Kemenhub perketat perjalanan hingga turunnya pengunjung pasar

Sejumlah pedagang Pasar Kranggan di Jalan Poncowinatan Yogyakarta tidak diperkenankan beraktivitas selama PPKM darurat. ANTARA/HO-Humas Pemkot Yogyakarta/am.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah informasi menarik dan penting di sektor ekonomi pada Jumat (9/7/2021), yang layak disimak pada pagi ini mulai dari Kemenhub perketat syarat perjalanan mulai 12 Juli hingga pengunjung pasar tradisional di Yogyakarta anjlok hingga 75 persen. Simak selengkapnya.

1. Tambah 2 SE baru, Kemenhub perketat syarat perjalanan mulai 12 Juli

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan pengetatan syarat perjalanan transportasi dengan menambah sejumlah ketentuan dalam dua Surat Edaran (SE) Kemenhub pada masa PPKM Darurat.
Simak selengkapnya di sini

2. RI-Singapura perkuat kerja sama tingkatkan kualitas SDM Industri 4.0

Indonesia dan Singapura semakin memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten khususnya mampu menguasai perkembangan teknologi industri 4.0, di mana langkah strategis tersebut salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi antara BPSDMI Kementerian Perindustrian RI dengan Singapore Polytechnic.
Simak selengkapnya di sini

3. Kemenparekraf proyeksikan kebutuhan oksigen dengan kecerdasan buatan

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggandeng perusahaan penyedia jasa big data Arogya.ai untuk memproyeksikan kebutuhan oksigen melalui kecerdasan buatan atau artificial intelligence.
Selengkapnya di sini

4. Pengunjung pasar tradisional di Yogyakarta anjlok hingga 75 persen

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut tingkat kunjungan masyarakat ke pasar tradisional di provinsi ini mengalami penurunan hingga 75 persen selama penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.
Simak selengkapnya di sini

Pewarta : Adimas Raditya Fahky P
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar