361 warga pedalaman di Kaltara positif COVID-19

id Kaltara covid,Penduduk pedalaman covid,Pedalaman malinah,Perbatadan malaysia

361 warga pedalaman di Kaltara positif COVID-19

Kondisi alam di pedalaman Malinau, Apau Kayan menyulitkan pergerakan karena daerah disana hanya efektif dijangkau menggunakan transportasi udara. ANTARA/HO - Bawaslu Kaltara.

Tarakan (ANTARA) - Sebanyak 361 warga pedalaman wilayah Apau Kayan Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara yang berbatasan dengan Malaysia terpapar COVID-19.

"Jumlah warga Apau Kayan yang positif COVID-19 sebanyak 361 orang, penyebarannya disebabkan kontak erat," kata Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Usman saat dihubungi dari Tarakan, Sabtu.

Ia mengatakan bahwa kontak erat yang terjadi pada warga Apau Kayan adanya acara pernikahan dan ada upacara orang meninggal dunia.

"Saat ini tim kesehatan dari Pemkab Malinau dan Pemprov Kaltara sudah dikirim ke lokasi," kata Usman.

Tim tenaga kesehatan yang dikirim ke lokasi menggunakan transportasi pesawat perintis sebanyak 19 orang dengan membawa peralatan medis dan obat - obatan.

Selain dari tenaga kesehatan, ikut pula tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kaltara (BPBD) mereka membawa masker serta Alat Pelindung Diri (APD).

Sementara itu, Ketua DPRD Kaltara Norhayati Andris mengatakan jumlah warga Apau Kayan yang meninggal dunia sebanyak delapan orang.

Baca juga: TNI gelar vaksinasi COVID-19 di perbatasan RI-Malaysia

Baca juga: Satgas COVID-19 di batas RI-Malaysia siapkan ruang isolasi untuk PMI


"Saya sudah mendapatkan laporan bahwa ada delapan warga Apau Kayan yang meninggal dunia," kata Norhayati.

Dia meminta pada Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 untuk meneliti apakah COVID di wilayah Apau Kayan ini merupakan varian baru, karena penyebarannya cepat sekali.

"Jadi doa kita itu bukan (varian baru). Saya juga prihatin dengan warga di sana (Apau Kayan), sudah daerah perbatasan, kemudian transportasinya hanya menggunakan pesawat perintis," kata Norhayati.

Selain itu, tenaga kesehatan di kawasan tersebut jumlahnya terbatas di saat wabah COVID-19 melonjak di Apau Kayan.

Dikatakannya bahwa di Apau Kayan hanya memiliki dua orang dokter dan hanya beberapa orang tenaga kesehatan. Dari tenaga kesehatan yang ada, sudah ada yang terpapar COVID-19.

Baca juga: Kluster tambang kasus COVID-19 muncul lagi di Bulungan

Baca juga: Cegah COVID-19, pintu batas RI-Malaysia Jagoi Babang resmi ditutup

 

Pewarta : Susylo Asmalyah
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar