Kasus kematian akibat COVID-19 di Papua Barat tambah 4 orang

id Kematian akibat COVID-19, Papua Barat

Kasus kematian akibat COVID-19 di Papua Barat tambah 4 orang

Juru bicara Satgas COVID-19 Papua Barat Arnold Tiniap. (ANTARA/HANS ARNOLD KAPISA)

Manokwari, Papua Barat (ANTARA) - Kasus kematian akibat COVID-19 di Provinsi Papua Barat, Minggu, bertambah 4 orang berasal dari Kabupaten Fakfak, Kaimana, Teluk Wondama dan Kabupaten Tambrauw.

Juru bicara Satgas COVID-19 Papua Barat Arnold Tiniap di Manokwari, Minggu mengatakan kasus kematian akibat COVID-19 sudah mencapai 205 orang atau 1,5 persen dari 13.476 total kasus positif di provinsi itu.

Arnold Tiniap juga melaporkan kasus positif Papua Barat hari ini bertambah 199 orang berasal dari Kabupaten Manokwari 104 orang, Fakfak 40 orang, Kaimana 17 orang, Sorong Selatan 15 orang, Raja Ampat 12 orang, Manokwari Selatan 9 orang, Tambrauw 1 orang dan Kabupaten Teluk Wondama 1 orang.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Sangihe bertambah 35 menjadi 468 orang

"Kasus positif COVID-19 meningkat tajam dan sudah mencapai 13.476 orang atau 23,8 persen dari 56.571 orang/sampel yang diperiksa selama pandemi COVID-19 di provinsi ini," kata Arnold Tiniap.

Ia mengatakan kasus aktif tertinggi saat ini berasal dari Kabupaten Manokwari, dengan total kasus positif (aktif) mencapai 1.539 orang.

"Kasus aktif di Kabupaten Manokwari terbanyak, dan saat ini sejumlah fasilitas kesehatan khusus pasien COVID-19 mulai penuh, termasuk Rumah Sakit Provinsi Papua Barat yang telah menutup layanan sejak Jumat (9/7)," kata Arnold Tiniap.

Baca juga: COVID-19 mengganas di Sukabumi, sepekan 75 pasien meninggal

Direktur RS Provinsi Papua Barat ini mengatakan bahwa tingkat penularan virus corona di Ibukota Provinsi Papua Barat itu sangat cepat, mengindikasikan bahwa varian Delta susah masuk daerah itu.

"Dengan melihat situasi tingkat orang terpapar serta penyebaran virus corona yang begitu cepat di daerah ini, bukan tidak mungkin varian Delta (diduga) sudah masuk wilayah Manokwari," kata dokter Arnold Tiniap. 

Pewarta : Hans Arnold Kapisa
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar