Ahli Epidemiologi Riau larang balita dibawa ke tempat keramaian

id Ahli Epidmiologi Riau

Ahli Epidemiologi Riau larang balita  dibawa ke tempat keramaian

Ketua Ahli Epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan. ANTARA/HO-Humas Pemrov Riau.

Pekanbaru (ANTARA) - Ketua Ahli Epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan mengingatkan orang tua yang memiliki bayi di bawah lima tahun atau balita agar tidak membawa anaknya ke tempat keramaian, seperti ke pusat perbelanjaan, tempat wisata dan ke pesta pernikahan.

"Karena kalau anak-anak ini dibawa ke tempat pestakan banyak yang cium-cium karena gemes, namanya anak bayi pasti banyak yang pengen mencium atau menggendongnya, sehingga potensi penularan COVID-19 sangat tinggi ke anak," kata dr Wildan di Pekanbaru, Selasa.

Baca juga: 205 balita di Bangka terpapar COVID-19

Pesan ini disampaikan Wildan menyusul tingginya angka kematian pada balita di Riau yang disebabkan akibat penularan COVID-19 dan hingga kini tercatat sudah 12 balita di Riau yang meninggal akibat COVID-19 itu.

Dia mengatakan, ketika anak digendong atau dicium oleh kerabatnya, tanpa disadari prilaku tersebut justru menjadi makin mudanya COVID-19 menular kepada anak-anak khususnya balita.

Baca juga: Lansia, balita, ibu hamil dilarang masuk mal di Depok

Wildan mengungkapkan, penularan virus corona pada balita sebagian besar memang disebabkan dari kluster keluarga untuk itu pihaknya meminta kepada orang tua agar memperhatikan protokol kesehatan saat orang tua pulang ke rumah setelah beraktifitas di luar rumah. Ganti baju, hindari memeluk anak, mandi dan setelah bersih baru mendekati anak.

Baca juga: Di Depok 37 balita terkonfirmasi positif COVID-19

Berdasarkan data dari Dinas kesehatan Provinsi Riau hingga saat ini jumlah balita yang terpapar COVID-19 sudah mencapai 2.639 kasus dan yang masih dirawat ada 196 kasus. Dari jumlah tersebut 12 balita di Riau meninggal dunia akibat COVID-19.

Pewarta : Frislidia
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar