Dewan pakar Alkahiraat: Habib Saggaf sosok ulama panutan di Sulteng

id Alkhairaat, habib Saggaf, MUI palu, Zainal Abidin, walikotapalu, Hadianto Rasyid, Sulteng

Dewan pakar Alkahiraat: Habib Saggaf sosok ulama panutan di Sulteng

Ketua Dewan Parak Pengurus Besar Alkhairaat Palu, Prof Zainal Abidin M Ag. ANTARA/Moh Ridwan

Palu (ANTARA) - Ketua Dewan Pakar Alkhiraat Kota Palu Prof Zainal Abidin M Ag mengatakan Almarhum Habib Sayyid Saggaf Bin Muhammad Aljufri adalah sosok ulama panutan bagi warga Sulawesi Tengah terlebih bagi umat Muslim di Provinsi itu.

"Selaku Abhaul Khairaat dan keluarga besar Alkhairaat kami sangat kehilangan sosok panutan," kata Zainal Abidin yang dihubungi di Palu, Selasa mengenang sosok almarhum Ketua Utama Alkhairaat Palu Habi Sayyid Saggaf Bin Muhammad Aljufri.

Ia memaparkan, Habib Sayyid Saggaf Bin Muhammad Aljufri meninggal dunia di Palu pada Pukul 15.50 WITA di usia 84 tahun saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Alkhairaat karena sakit.

Sosok karismatik itu, menurutnya, bukan hanya seorang ulama tetapi juga seorang cendekiawan yang sangat di hormati warga Sulteng, bahkan tidak jarang pejabat negara berkunjung membahas gama dan masalah bangsa.

"Sampai di detik-detik terakhir, Beliau masih memikirkan umat dan masih memikirkan bagaimana mengembangkan Alkhairaat," ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu ini.

Semasa hidupnya, kata Zainal Abidin, Ketua Utama Alkhairaat itu sangat toleransi dan menghargai perbedaan baik sesama Muslim maupun non-Muslim dalam rangka membangun dan memupuk jiwa nasionalisme untuk kesatuan dan persatuan bangsa.

Bahkan, lanjut Zainal Abidin, ulama-ulama besar asal Timur Tengah khususnya dari Yaman sangat menghargai almarhum, itu terlihat saat di beberapa kesempatan mereka berkunjung ke Palu.

"Itu artinya almarhum Habib Saggaf senang membangun silaturahim kepada siapa saja," katanya lagi.

Baca juga: Ketua Utama Alkhairaat wafat
Baca juga: Alkhairaat imbau tahlil dari rumah atas meninggalnya Habib Saggaf


Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengemukakan, warga Palu merasa sangat kehilangan ulama besar sekaligus guru yang mengajarkan kebaikan kepada umat.

"Pemkot Palu akan memperhatikan Alkhairaat sebaik-baiknya, karena Alkhairaat merupakan ikon besar yang di miliki Kota Palu," tutur Hadianto.

Wali Kota juga menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada tokoh panutan umat Muslim di Sulteng itu, karena telah ikut mendukung setiap program pemerintah di daerah.

"Ketika saya mencalonkan sebagai wali kota Palu di periode ini, Beliau menitip pesan kepada saya agar selalu menjaga umat. Insya Allah pesan-pesan ini menjadi semangat kami dalam menjalankan roda pemerintahan ke depan," demikian Hadianto.

Baca juga: Alkhairaat kenalkan wisata religi di Kota Palu lewat buka puasa akbar
Baca juga: IMIP-Alkhairaat kembangkan SLTA kejuruan tunjang sektor pertambangan
Baca juga: Ganjar resmikan gedung MTs Alkhairaat bantuan Pemprov Jateng di Sigi

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar